trotoar.id, Sinjai—Inilah potret nyata kesulitan warga di pelosok desa yang jauh dari jangkauan akses fasilitas negara.
Hal ini tercermin di Dusun Tonrong, Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Sebagaimana yang dirasakan oleh Rismawati, warga Dusun Tonrong yang dalam proses lahirannya sangat tersiksa.
Baca Juga :
Bayangkan saja, saat detik-detik dirinya akan melahirkan justru harus ditandu untuk sampai ke Puskesmas terdekat.
Hal itu dilakukan demi mendapat perawatan dan jaminan kesehatan dari negara.
Dari video singkat yang diterima trotoar.id dari warga, terlihat banyak orang berombongan menandu Rismawati yang hendak melahirkan itu.
Dan parahnya lagi, karena dia ditandu di jalan yang licin serta pendakian dan tidak ada penerangan selain lampu senter genggaman yang dibawa oleh warga.
Menurut salah seorang tenaga kesehatan di dusun tersebut membenarkan adanya video itu.
Ia mengatakan bahwa ibu hamil terpaksa ditandu lantaran jalanan licin dan tidak dapat diakses mobil.
Kendaraan roda dua saja, kata dia, sulit untuk menjangkau akses menuju Dusun Tonrong ketika selepas hujan.
“Licin jalanan tidak bisa masuk mobil ambulance di Tonrong, [Sementara] Mau dibawa ke puskesmas,” tutur Hardi Yanti.
Dijelaskan juga bahwa sekarang otoritas kesehatan setempat tidak lagi membolehkan seorang ibu melahirkan di rumahnya, sehingga harus dibawa ke Puskesmas.
Selain itu, kata dia, Rismawati memiliki tensi yang tinggi serta ada taksiran bahwa bayinya memiliki berat badan sehingga sulit jika tidak ditangani di tempat yang memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.
“Tidak boleh melahirkan di rumah, tinggi tensinya dan besar taksiran berat bayinya,” tambahnya.
[Ltf/trotoar]




Komentar