Beginilah Penderitaan Seorang Ibu-ibu di Sinjai Barat Ditandu ke Puskesmas oleh Warga saat Hendak Melahirkan

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 20 November 2021 20:42

Terlihat sekumpulan warga tengah membawa seorang ibu-ibu yang akan melahirkan dengan cara ditandu dan dibawa secara berganti-gantian demi sampai ke Puskesmas, Sabtu (20/11) malam. [Istimewa]
Terlihat sekumpulan warga tengah membawa seorang ibu-ibu yang akan melahirkan dengan cara ditandu dan dibawa secara berganti-gantian demi sampai ke Puskesmas, Sabtu (20/11) malam. [Istimewa]

trotoar.id, Sinjai—Inilah potret nyata kesulitan warga di pelosok desa yang jauh dari jangkauan akses fasilitas negara.

Hal ini tercermin di Dusun Tonrong, Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Sebagaimana yang dirasakan oleh Rismawati, warga Dusun Tonrong yang dalam proses lahirannya sangat tersiksa.

Bayangkan saja, saat detik-detik dirinya akan melahirkan justru harus ditandu untuk sampai ke Puskesmas terdekat.

Hal itu dilakukan demi mendapat perawatan dan jaminan kesehatan dari negara.

Dari video singkat yang diterima trotoar.id dari warga, terlihat banyak orang berombongan menandu Rismawati yang hendak melahirkan itu.

Dan parahnya lagi, karena dia ditandu di jalan yang licin serta pendakian dan tidak ada penerangan selain lampu senter genggaman yang dibawa oleh warga.

Menurut salah seorang tenaga kesehatan di dusun tersebut membenarkan adanya video itu.

Ia mengatakan bahwa ibu hamil terpaksa ditandu lantaran jalanan licin dan tidak dapat diakses mobil. 

Kendaraan roda dua saja, kata dia, sulit untuk menjangkau akses menuju Dusun Tonrong ketika selepas hujan.

“Licin jalanan tidak bisa masuk mobil ambulance di Tonrong, [Sementara] Mau dibawa ke puskesmas,” tutur Hardi Yanti.

Dijelaskan juga bahwa sekarang otoritas kesehatan setempat tidak lagi membolehkan seorang ibu melahirkan di rumahnya, sehingga harus dibawa ke Puskesmas.

Selain itu, kata dia, Rismawati memiliki tensi yang tinggi serta ada taksiran bahwa bayinya memiliki berat badan sehingga sulit jika tidak ditangani di tempat yang memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.

“Tidak boleh melahirkan di rumah, tinggi tensinya dan besar taksiran berat bayinya,” tambahnya.

 [Ltf/trotoar]

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen09 September 2026 21:57
Urai Antrean Solar, Pertamina Operasikan 16 SPBU di Makassar Selama 24 Jam
MAKASSAR, Trotoar.id — Pertamina mengambil langkah cepat untuk mengurai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar. Sebanyak 16 SPBU a...
Daerah09 September 2026 21:53
Andi Utta Titip Pesan ke Dai Bulukumba: Ubah Masyarakat dari Konsumtif Jadi Produktif
BULUKUMBA, Trotoar.id — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta mengajak para dai dan muballigh tidak hanya berperan dalam menyampaik...
Metro09 September 2026 19:20
HAN ke-42 di Sulsel: TP PKK Dorong Ketahanan Keluarga untuk Wujudkan Lingkungan Ramah Anak
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan...
Parlemen09 September 2026 19:11
Ketua Fraksi Nasdem: Pertamina Jamin  Kuota BBM Subsidi Sulsel Aman, 16 SPBU Buka 24 jam 
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sulawesi Selatan M Sadar ikut melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus kunjungan ke PT P...