MK Dinilai Lindungi Oligarki Soal UU Cipta Kerja, Rocky: Satu Indonesia Demo Saat UU Itu Dibahas, Banyak yang Ditangkap

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 27 November 2021 00:54

Pengamat Politik Rocky Gerung. (Istimewa).
Pengamat Politik Rocky Gerung. (Istimewa).

Jakarta—Pengamat politik Rocky Gerung menilai Undang-Undang Cipta Kerja sangat busuk.

Seking busuknya, menurut dia, satu Indonesia turun ke jalan melakukan protes agar UU itu batal. Bahkan tak sedikit yang ditangkap

Rocky juga menyatakan pembentukan Undang-Undang Cipta Kerja bertentangan dengan UUD 1945.

MK seolah-olah mengeluarkan putusan yang adil bagi publik, kata Rocky, padahal sesungguhnya itu bentuk perlindungan kepada pemerintah yang disebutnya oligarki.

Baca Juga  Perbaikan Irigasi Tersier di Bulukumba Dongkrak Produktivitas Petani

“Satu Indonesia berdemo saat UU itu dibahas, banyak yang ditangkap. Publik menyatakan itu undang-undang busuk. Lalu MK bilang, ‘iya memang undang-undang itu busuk tapi masih undang-undang’. Ya kalau undang-undang busuk mestinya batal karena bertentangan dengan konstitusi negara. Tapi MK takut kalau bilang itu inkonstitusional karena berarti seluruh proses kemarin di DPR konyol,” ujar Rocky Gerung di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga  PJ Sekda Makassar, Pimpin Rapat Penataan PK5

Rocky menuding MK takut kepada pemerintah, karenanya bermain aman dengan menyatakan UU Cipta Kerja bermasalah tapi masih bisa diperbaiki dalam dua tahun.

Menurutnya, MK dulu dirancang untuk aktif mempersoalkan ketidakadilan. Yang terjadi saat ini, kata dia, justru MK aktif menutupi ketidakadilan.

“Ini permainan narasi yang buruk. MK menyatakan UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat, inkonstitusional sampai syaratnya diangkat. Padahal menyatakan bahwa UU itu cacat secara politik juga tugas MK. Padahal dulu MK dirancang dengan prinsip judicial aktivism, aktif mempersoalkan ketidakadilan,” tandasnya.

Baca Juga  Anggota Komisi III DPR RI Frederik Kalalembang Nilai Wacana Polri di Bawah Kementerian Tidak Tepat

Ia prihatin karena uang rakyat dihamburkan untuk membahas undang-undang yang diibaratkannya sebagai buah mangga yang busuk. Ia menuding ada permainan politik yang mendasari putusan MK tersebut. [Al/trotoar]

 Komentar

Berita Terbaru
Metro27 Oktober 2026 14:43
Sulsel Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transportasi Publik Jadi Sorotan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali meraih apresiasi di tingkat nasional...
Metro27 Oktober 2026 13:38
Revitalisasi Benteng Somba Opu Dimulai, Gubernur Sulsel Dukung Status Cagar Budaya Nasional
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO GOWA, Trotoar.id — Upaya menghidupkan kembali kejayaan sejarah Kerajaan Gowa memasuki babak baru. Guber...
Metro27 Oktober 2026 12:34
Gubernur Sulsel Dorong Deteksi Dini Kusta, Skrining Andalan Sehati Sasar 10.357 Peserta
6 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memperkuat upaya pencegahan d...
Parlemen27 Oktober 2026 00:51
Pansus DPRD Sulsel Sepakat Tak Naikkan Tarif PKB dan BBNKB, Konsultasikan Perubahan Perda ke Kemendagri
4 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang membahas perubahan Pe...