Hari HAM Sedunia: Spanduk Bertulis “Cabut Otsus Jilid II dan HMNS Bagi Bangsa West Papua” Dibentangkan di Makassar

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 10 Desember 2021 19:27

Tampak dua orang peserta aksi membentangkan spanduk di Jalan AP Pettarani Makassar, tak jauh dari Fly Over Makassar, guna memperingati Hari HAM Sedunia. Jumat (10/12). DOK: Istimewa
Tampak dua orang peserta aksi membentangkan spanduk di Jalan AP Pettarani Makassar, tak jauh dari Fly Over Makassar, guna memperingati Hari HAM Sedunia. Jumat (10/12). DOK: Istimewa

Makassar—Sebuah spanduk bertuliskan “Cabut UU Otsus Jilid II” dan “Tuntaskan Seluruh Pelanggaran HAM & Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri [HMNS] Bagi Bangsa West Papua Sebagai Solusi Demokratis”

Spanduk tersebut dibentangkan oleh demonstran dari Aliansi Pro-Demokrasi yang menggelar aksi di Jalan AP Pettarani di bawah Fly Over, Makassar, Sulawesi Selatan.

Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Kota Makassar, Pravda mengatakan bahwa setiap memperingati hari HAM, baik kali ini maupun beberapa tahun sebelumnya beragam isu diangkat.

“Tak hanya isu pelanggaran HAM di Indonesia yang kami kampanyekan, tapi kami juga selalu mendorong isu pelanggaran HAM yang terjadi di tanah West Papua,” kata Pravda kepada trotoar.id, Jumat (10/12).

Hari ini, lanjut Pravda, banyak orang yang melihat Papua sedang damai-damai saja.

“Padahal sampai hari ini, di Papua masih terjadi operasi militer di beberapa wilayah, yang tentunya jika tidak segera disikapi, pasti akan menimbulkan pelanggaran HAM,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pihaknya tak hanya memperingati Hari HAM, tetapi juga momentum 1 Desember.

“Kami juga selalu memperingati 1 Desember sebagai hari Kemerdekaan Bangsa dan Rakyat West Papua. Menurut kami, 1 Desember itu, selain dari kemerdekaan bangsa West Papua, hari itu juga adalah hari di mana nilai-nilai HAM itu dipraktekkan,” ujarnya.

Maka dari itu, kata dia, FRI-WP sebagai bagian dari Aliansi Pro-Demokrasi berkomitmen untuk selalu hadir memperingati hari HAM.

“Kali ini, kami kembali menyerukan solidaritas kami terhadap bangsa West Papua, dan berharap solidaritas ini akan meluas,” tuturnya.

Pihaknya mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera memberikan hak politik yang diinginkan oleh Rakyat Papua.

“Kami menuntut untuk segera; Memberikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa West Papua sebagai solusi demokratik; Cabut UU Otsus jilid ll; Bebaskan Victor Yeimo; dan seluruh tahanan politik Papua tanpa syarat,” tegas Pravda. [Troy]

 Komentar

Berita Terbaru
Metro09 Agustus 2026 23:03
Si Jago Merah Mengamuk di Nipah Mall, Damkar Berjibaku Padamkan Api
MAKASSAR, Trotoar.id — Kebakaran menghebohkan pengunjung dan pekerja di Nipah Mall, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Minggu (9/8/2026) malam. Ap...
Metro09 Agustus 2026 18:48
Karebosi Jadi Panggung Utama, Pemkot Makassar Matangkan Semarak HUT ke-81 RI di 15 Kecamatan
Makassar, Trotoar.id — Semangat merah putih mulai dikobarkan Pemerintah Kota Makassar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan ...
Metro09 Agustus 2026 16:23
Aliyah Mustika Ilham Dorong Kesempatan Kerja Inklusif: Disabilitas Bukan Batas untuk Berkarya
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesempatan kerja yang adil tidak boleh berhenti pada mereka yang memiliki kondisi fisik tanpa hambatan. Pemerintah dituntut m...
Politik09 Agustus 2026 16:13
Belum Dilantik, Calon Pengurus Golkar Sulsel Tancap Gas Konsolidasi ke Daerah
MAKASSAR, Trotoar id — Belum resmi dilantik, jajaran pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Ketua Terpilih sekaligus Ke...