Partai Golkar

Elektabilitas Golkar 10,4 Persen Versi Poltracking, IAS Sebut Efek Kepemimpinan Komunikatif Bahlil

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 24 September 2026 19:12

Elektabilitas Golkar 10,4 Persen Versi Poltracking, IAS Sebut Efek Kepemimpinan Komunikatif Bahlil

MAKASSAR, Trotoar.id Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menanggapi hasil survei Poltracking Indonesia yang mencatat elektabilitas Partai Golkar sebesar 10,4 persen pada Agustus 2026.

IAS menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kombinasi gaya kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan konsolidasi struktur organisasi partai di berbagai tingkatan.

Menurut IAS, gaya komunikasi Bahlil yang dinilai lugas, fleksibel, dan dekat dengan masyarakat dapat menjadi pendekatan untuk menjangkau kelompok pemilih muda yang semakin besar dalam komposisi pemilih nasional.

“Gaya Pak Ketum Bahlil yang lugas, fleksibel, dan merakyat ini sangat efektif mencairkan kesan formalis yang selama ini melekat pada birokrasi politik,” ujar IAS kepada wartawan di Makassar, Rabu (23/9/2026).

IAS mengatakan pendekatan komunikasi politik yang lebih cair diperlukan untuk menjangkau pemilih dari berbagai kelompok usia, termasuk Generasi Z dan Milenial.

Namun, ia menegaskan kekuatan Golkar tidak hanya bertumpu pada figur ketua umum.

Menurutnya, struktur organisasi yang telah terbentuk dari tingkat pusat hingga daerah menjadi bagian penting dalam menjaga konsolidasi partai.

“Kekuatan utama Golkar ada pada struktur organisasi yang mengakar solid dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.

Ia mengatakan kombinasi kepemimpinan partai dan konsolidasi struktur tersebut dapat menjadi modal Golkar dalam mempertahankan komunikasi dengan basis pemilih yang beragam.

“Ketika pendekatan kepemimpinan Pak Bahlil yang populis dipadukan dengan konsolidasi mesin partai dan jaringan caleg di daerah, kita tidak hanya berhasil menjangkau pemilih muda, tetapi juga mempertahankan basis pemilih tradisional,” katanya.

Dalam survei nasional terbarunya, Poltracking Indonesia mencatat elektabilitas Golkar sebesar 10,4 persen melalui simulasi surat suara 18 partai politik.

Angka tersebut menempatkan Golkar pada posisi ketiga dalam hasil survei tersebut, setelah Gerindra 23,2 persen dan PDI Perjuangan 11,6 persen.

Survei Poltracking dilakukan pada 14–20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi.

Poltracking menyebut metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Dalam rilisnya, Poltracking juga mencatat bahwa angka Golkar pada beberapa periode pengukuran sebelumnya berada di 9,5 persen pada Oktober 2025, 9,0 persen pada Maret 2026, 9,2 persen pada Mei 2026, dan 11,4 persen pada Juli 2026 sebelum berada di 10,4 persen pada Agustus 2026.

Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro mengatakan hasil tersebut merupakan potret elektoral berdasarkan survei yang dilakukan pada Agustus 2026.

Ia juga menekankan bahwa persepsi publik terhadap partai politik tetap dapat berubah bergantung pada isu dan langkah strategis yang dilakukan masing-masing partai.

Bagi IAS, hasil survei tersebut menjadi salah satu indikator bahwa komunikasi politik dan konsolidasi organisasi perlu terus berjalan beriringan.

Ia mengatakan Golkar akan terus memperkuat struktur organisasi sekaligus mengembangkan pola komunikasi yang lebih inklusif dalam menghadapi dinamika pemilih dan agenda politik mendatang.

“Kita ingin memastikan organisasi tetap solid, tetapi pada saat yang sama komunikasi politik juga harus terus menyesuaikan dengan perubahan karakter pemilih,” tandas IAS. (*)

Penulis : Upiq

 Komentar