JAKARTA—Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bamukmin mengatakan bahwa selama 350 tahun ulama di garis depan melawan penjajah.
Menurutnya, ini patut dicatat oleh publik. Bahwa ini lah peran ulama sebelum TNI hadir.
Ia juga menanggapi terkait kemunculan sejumlah lelaki berbaju loreng yang mencari Habib Bahar. Dalam video yang beredar, para pria yang diduga sebagai prajurit TNI AD nampak marah karena atasannya dihina oleh Habib Bahar.
Baca Juga :
Bagi Novel, ini sah saja. Sebab seorang prajurit membela pimpinannya adalah bentuk loyalitas.
Meski begitu, seorang prajurit pun harus mengedepankan nilai kebenaran.
“Membela pimpinannya sah-sah saja sebagai bentuk loyalitas anak buah pada atasannya, tetapi nilai kebenaran harus dikedepankan,” kata Novel sebagai keterangan, Selasa 21 Desember 2021.
Namun, Novel meminta para prajurit TNI jangan membabi buta dalam membela seseorang pimpinan yang belum tentu benar.
“Jangan fanatik buta untuk mengejar jabatan sehingga membela yang salah karena apa yang disampaikan Habib Bahar sebagai ulama adalah kontrol terhadap penguasa,” ujarnya.
Lebih dari itu, Novel juga menyinggung soal perjuangan TNI yang tak lepas dari peran para ulama. Menurutnya, sebelum ada TNI, ulama ada di garis depan bersama rakyat Indonesia dalam melawan penjajah [al]



Komentar