JAKARTA – Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menjadi Ketua Umum PBNU periode 2021-2016.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Novel Bamukmin mengatakan menduga kuat ada permainan sogok menyogok.
Novel juga menduga ada permainan dengan asing dan kelompok kafir.
“Ormas Islam ini dalam menentukan pimpinan diduga kuat bermain dengan sogok-menyogok dan diduga melibatkan aseng dan asing kafir,” ungkapnya dikutip trotoar.id, via Galamedia.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun NU telah mendapat musibah yang besar, yaitu krisis kepemimpinan karena yang menjadi Ketum PBNU saat ini bisa dirasakan,” tuturnya.
Pihakanya menilai Gus Yahya sarat paham sepilisnya yang sesat mengatasnamakan agama dan otomatis mengatasnamakan NU..
Padahal, kata Novel, masih banyak kiai NU yang lurus dan istiqomah.
Untuk itu, tutur dia, umat Islam agar jeli mengambil langkah yang tepat dalam menentukan sikap keagamaannya.
“Jangan sampai mengikuti pemimpin yang sesat dan menyesatkan,” ujarnya.
Novel yakin Indonesia kedepannya akan semakin dibuat gaduh dan terpecah belah demi kepentingan para pemodal. (*)



Komentar