Pemprov Sulsel,

Merah Putih Berkibar di HUT ke-81 RI, Andi Sudirman Serukan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 17 Agustus 2026 17:52

Merah Putih Berkibar di HUT ke-81 RI, Andi Sudirman Serukan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

MAKASSAR, Trotoar.id Merah Putih kembali berkibar di langit Kota Makassar, Senin (17/8/2026).

Di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat. Barisan peserta upacara berdiri tegak, sementara perhatian tertuju pada Sang Saka yang perlahan naik ke puncak tiang bendera.

Namun, di balik prosesi yang berlangsung penuh penghormatan itu, ada pesan yang lebih jauh dari sekadar seremoni tahunan.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjadikan momentum 81 tahun Indonesia merdeka sebagai ruang untuk menggaungkan kembali semangat perjuangan dalam bentuk yang berbeda: membangun kedaulatan pangan dan memperkuat solidaritas menuju Indonesia Emas 2045.

Upacara dimulai sekitar pukul 08.45 Wita. Gubernur Andi Sudirman memasuki lapangan dan bertindak sebagai inspektur upacara.

Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi hadir bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tamu undangan.

Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi kemudian membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suasana berubah hening ketika seluruh peserta mengikuti prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan.

Setelah itu, giliran generasi muda mengambil peran di tengah lapangan.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulsel bergerak dalam formasi yang telah dipersiapkan. Nindy dari MAN 1 Parepare dipercaya membawa baki bendera pusaka.

Ghaisan Putra Asrul dari MAN 2 Makassar bertugas sebagai pembentang, sementara Andi Asnur Arsya Apdy dari SMAN 1 Bulukumba menjalankan tugas sebagai penggerek bendera.

Ketiganya menunaikan tugas dengan baik. Sang Merah Putih perlahan berkibar, disaksikan seluruh peserta dalam suasana yang khidmat.

Bagi Andi Sudirman, keberhasilan prosesi tersebut menjadi bagian penting dari penghormatan terhadap perjalanan panjang bangsa Indonesia.

“Alhamdulillah, pelaksanaan upacara 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia berjalan lancar dan sukses,” ujar Andi Sudirman.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para anggota Paskibraka, jajaran TNI-Polri, serta seluruh peserta upacara yang ikut memastikan prosesi detik-detik pengibaran bendera berlangsung tertib dan khidmat.

Namun, bagi Gubernur Sulsel, kemerdekaan tidak cukup dimaknai dengan mengibarkan bendera setiap 17 Agustus.

Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, tantangan perjuangan telah berubah. Tidak lagi menghadapi penjajahan secara fisik, generasi sekarang menghadapi persoalan yang jauh lebih kompleks bagaimana memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan, kebutuhan masyarakat terpenuhi, dan bangsa memiliki kekuatan untuk berdiri di atas kemampuan sendiri.

Salah satu fondasinya, kata Andi Sudirman, adalah kedaulatan pangan.

Kedaulatan pangan dipandang bukan hanya sebagai persoalan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut kemampuan bangsa memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan.

Karena itu, momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan para pendahulu harus diteruskan dalam bentuk kerja nyata.

Pemerintah daerah, menurutnya, perlu terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk mendukung agenda pembangunan nasional.

Andi Sudirman menegaskan bahwa Sulawesi Selatan akan terus mengambil bagian dalam agenda besar tersebut, terutama dalam mendukung arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Intinya bagaimana kita di bawah komando Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Bapak Gibran untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kemudian solidaritas Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Merah Putih yang berkibar pagi itu akhirnya bukan sekadar simbol sebuah perayaan.

Ia menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki medan perjuangannya sendiri.

Bagi para pahlawan, perjuangan berarti merebut kemerdekaan. Bagi generasi hari ini, perjuangan itu diteruskan melalui kerja, pembangunan, persatuan, dan kemampuan menjaga bangsa tetap berdiri di atas kaki sendiri.

Dan di tengah perjalanan menuju 2045, kedaulatan pangan menjadi salah satu bagian dari perjuangan tersebut agar Indonesia bukan hanya merdeka secara politik, tetapi juga semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen09 September 2026 21:57
Urai Antrean Solar, Pertamina Operasikan 16 SPBU di Makassar Selama 24 Jam
MAKASSAR, Trotoar.id — Pertamina mengambil langkah cepat untuk mengurai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar. Sebanyak 16 SPBU a...
Daerah09 September 2026 21:53
Andi Utta Titip Pesan ke Dai Bulukumba: Ubah Masyarakat dari Konsumtif Jadi Produktif
BULUKUMBA, Trotoar.id — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta mengajak para dai dan muballigh tidak hanya berperan dalam menyampaik...
Metro09 September 2026 19:20
HAN ke-42 di Sulsel: TP PKK Dorong Ketahanan Keluarga untuk Wujudkan Lingkungan Ramah Anak
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan...
Parlemen09 September 2026 19:11
Ketua Fraksi Nasdem: Pertamina Jamin  Kuota BBM Subsidi Sulsel Aman, 16 SPBU Buka 24 jam 
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sulawesi Selatan M Sadar ikut melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus kunjungan ke PT P...