SINJAI—Ratusan Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) menerobos kantor DPRD Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Selasa, (28/12).
Salah satu peserta aksi di Kantor DPRD Sinjai terluka akibat terkena pecahan kaca.
Hal ini bermula ketika salah seorang peserta aksi mengutarakan aspirasinya di depan penerima aspirasi.
Baca Juga :
Dengan berapi-api dirinya meminta agar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sinjai, Muhammad Wahyu, diproses di Badan Kehormatan (BK) DPRD dan meminta untuk dilahirkan sambil memukul meja dari kaca hingga pecah dan melukai tangannya.
Dia kemudian terlihat dibawa oleh Kasat Reskrim Polres Sinjai, IPTU Abustan untuk mengobati luka di tangannya.
Dia merupakan alumni UMSi yang merasa ikut prihatin dengan pernyataan salah satu legislator yang mengatakan perguruan tinggi yang ada di Sinjai nilainya hanya diselesaikan di Warkop.
“Kami minta dihadirkan, saya sebagai mantan Mahasiswa kecewa dengan pernyataan Wahyu itu,” beber Irul, Alumni UMSi yang mukul meja kaca hingga pecah.
Tidak tanggung-tanggung dua belas (12) elemen Mahasiswa dari organisasi HMJ dan UKM UMSi tergabung dalam aksi ini.
Ketua BEM UMSi, Faiz, mengatakan Pihaknya mendatangi kantor DPRD Sinjai, untuk meminta klarifikasi pernyataan dugaan pencemaran nama baik mahasiswa dan akademisi oleh anggota DPRD Sinjai, Wahyu, pada saat rapat RDP.
Saat ini Mahasiswa masih menduduki ruang rapat di Kantor DPRD Sinjai, mereka diterima oleh anggota DPRD Takdir, Nur Alam dan Muzawwir.
Aksi ini dikawal ketat aparat keamanan dari satpol PP dan Polres Sinjai.
Beberapa waktu lalu telah dikonfirmasi kepada Muhammad Wahyu namun belum memberi keterangan. [Sj/Ic]




Komentar