TROTOAR.ID, MAKASSAR – Ambisi Partai Golkar untuk mendudukkan kadernya sebagai Wakil Bupati Luwu Timur (Wabup Lutim) akan terhalang dengan sikap politik partai pengusung Thoriq Husler-Budiman pada pilkada 2020 yang lalu.
Sebab partai koalisi seperti PAN, PBB, PKS, Gerindra, Hanura nampaknya menutup pintu bagi Golkar yang ngotot mendukung kadernya di posisi wakil bupati.
Niat Golkar bukan hal yang mudah, di mana partai pengusung lainnya telah mempersiapkan kadernya untuk mengisi kekosongan kursi Wakil Bupati Luwu Timur.
Baca Juga :
Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi mengatakan bahwa partai pengusung juga memiliki hak untuk mengusulkan kadernya sebagai Wabup Lutim.
Termasuk Partai Golkar mengusulkan untuk adanya kompromi untuk mendukung kader Partai Golkar menjadi Wakil Bupati Luwu Timur.
“Partai pengusung juga bisa mengusung kadernya sebagai calon Wakil Bupati Luwu Timur, jadi kompromi itu untungkan siapa?,” tutur Ashabul Kahfi.
Sebab, katanya, PAN juga mempersiapkan kadernya untuk menduduki kursi Wakil Bupati Luwu Timur, antara lain Ketua DPD PAN Lutim, Usman Sadiki.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras.
Ia mengatakan bahwasnya bukan cumam Golkar yang memiliki hak untuk kursi Wakil Bupati Luwu Timur.
“Kita sebagai partai pengusung juga punya hak yang sama, kami juga mempersiapkan kader kami untuk kursi Wakil Bupati Lutim,” Kata Andi Iwan Darmawan Aras kepada trotoar.id, Selasa (11/1).
Dan soal kompromi, kata dia, bisa dilakukan asalkan tidak menentukan siapa kader yang duduk dan akan diusul untuk menjadi Wakil Bupati Luwu Timur.
“Kita bisa kompromi asalkan tidak menentukan siapa kader yang menduduki jabatan wakil Bupati Luwu Timur,” tutupnya. (*)




Komentar