Mengapa Ketum MUI Mengundurkan Diri?

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Rabu, 09 Maret 2022 19:23

Mengapa Ketum MUI Mengundurkan Diri?

Jakarta, trotoar.id – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menyatakan telah mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal itu disampaikan oleh Kiai Miftah saat memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat Rabu (9/3/2022) sore.

“Di saat ahlul halli wal aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan. Saya langsung menjawab sami’na wa atha’na (kami dengarkan dan kami patuhi). Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan,” ujar Kiai Miftah.

Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur 2007-2015 itu lalu menceritakan proses pemilihan dirinya menjadi Ketua Umum MUI pada akhir November 2020 lalu.

Hampir dua tahun sebelumnya, kata Kiai Miftah, dirinya dirayu dan diyakinkan untuk bersedia jadi Ketua Umum MUI.

“Semula saya keberatan, tapi kemudian saya takut menjadi orang pertama yang berbuat ‘bid’ah’ di dalam NU. Karena selama ini Rais Aam PBNU selalu menjabat Ketua Umum MUI,” jelasnya.

Saat ini, Kiai Miftah menambahkan, dirinya merasa ‘bid’ah’ itu sudah tidak ada lagi. Jadi dirinya berkomitmen untuk merealisasikan janji di hadapan Majelis ahlul halli wal aqdi dengan mengajukan pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum MUI.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Organisasi MUI KH Salahuddin Al-Aiyub membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat pengunduran diri dimaksud.

“Awal pekan ini, surat tersebut telah kami terima. Selanjutnya, MUI akan merespons surat tersebut sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku di internal MUI,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Katib Syuriyah PBNU yang juga Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh menyatakan sangat menghormati keputusan Rais Aam dan akan mengkonsolidasikan dalam aturan organisasi di MUI.

“Saya sebagai santri sangat menjunjung tinggi keputusan Kiai Miftah, dan akan mengonsolidasikan sesuai mekanisme organisasi”, ujarnya.

Diketahui, hari ini, PBNU mengadakan rapat gabungan untuk menetapkan berbagai program kerja, pembidangan masing-masing pengurus, dan penyusunan kepengurusan lembaga-lembaga, serta pembentukan sekaligus penyusunan tiga badan khusus, yakni Badan Pengembangan Administrasi Keorganisasian dan Kader, Badan Pengembangan Jaringan Internasional, dan Badan Inovasi Strategis.

Penulis : Np/NU

 Komentar

Berita Terbaru
Politik08 September 2026 14:21
Geng Batu Putih Pimpin Golkar Sulsel: Ketika Politik Kekeluargaan Masuk ke Jantung Partai
MAKASSAR, Trotoar.id — Peta baru Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memperlihatkan warna politik yang lebih personal.  Setelah Ilham Arief Siraju...
Metro08 September 2026 13:15
Appi Titip Tugas Berat Usai Lantik Pejabat: TPA Tamangapa Harus Berbenah, Lakkang Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menegaskan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Makassar tidak bo...
Metro08 September 2026 13:12
PIK Remaja Bekali Siswa Sekolah Rakyat Mario Kulo dengan Edukasi Pergaulan Sehat
SIDRAP, TROTOAR.ID — Masa depan remaja tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga kemampuan mereka mengenali diri, menjaga diri, dan...
Metro08 September 2026 13:05
Di Tengah Kemarau Panjang, Gubernur Andi Sudirman Bersama Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kemarau panjang mulai menjadi perhatian serius di Sulawesi Selatan. Di tengah menurunnya ketersediaan air di sejumlah wilayah...