Partai Golkar

Geng Batu Putih Pimpin Golkar Sulsel: Ketika Politik Kekeluargaan Masuk ke Jantung Partai

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 08 September 2026 14:21

Bendera Partai Golongan Karya (Golkar)
Bendera Partai Golongan Karya (Golkar)

MAKASSAR, Trotoar.id — Peta baru Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memperlihatkan warna politik yang lebih personal. 

Setelah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) memastikan posisinya sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel, perhatian kini bergeser dari siapa yang memimpin partai menuju siapa saja yang akan mengisi lingkaran inti kepengurusan. Di titik inilah istilah “politik kekeluargaan” mulai mengemuka.

Ilham Arief Sirajuddin sendiri telah menegaskan bahwa nama-nama calon pengurus Golkar Sulsel telah dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk mendapatkan pengesahan. 

Artinya, susunan kepengurusan baru tinggal menunggu keputusan final dari pusat sebelum bekerja penuh menghadapi agenda politik ke depan.

Namun, komposisi yang disiapkan IAS menyimpan cerita politik tersendiri. Posisi-posisi strategis di lingkaran pimpinan menjadi sorotan karena sejumlah figur yang disebut memiliki kedekatan politik dengan IAS berpeluang masuk dalam struktur inti. 

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah posisi sekretaris, yang disebut-sebut akan diberikan kepada figur yang selama ini menjadi bagian dari lingkaran dekatnya dan memiliki hubungan keluarga dekat

Jika benar demikian, maka Golkar Sulsel tidak sekadar sedang menyusun struktur organisasi. 

Partai berlambang pohon beringin itu juga sedang membangun sebuah mesin politik baru dengan orang-orang yang dinilai memiliki kedekatan, loyalitas, dan kesamaan garis perjuangan dengan sang ketua.

Nama “Batu Putih” kemudian kembali muncul dalam percakapan politik Sulsel. Kelompok ini dikenal sebagai salah satu simpul pergerakan politik yang mengiringi perjalanan IAS, termasuk sejak dirinya menjadi Wali Kota Makassar. 

Batu Putih bukan sekadar nama tempat berkumpul, tetapi dalam perjalanan politik IAS telah menjadi simbol dari jaringan pertemanan dan loyalitas yang menopang berbagai langkah politiknya.

Kini, jaringan itu kembali mendapatkan momentum. Sejumlah figur yang memiliki hubungan politik dengan IAS disebut berpotensi menempati posisi penting di Golkar Sulsel. Bahkan, terdapat nama loyalis IAS dari Partai Demokrat yang disebut masuk dalam radar untuk posisi Bendahara Umum Golkar Sulsel.

Jika konfigurasi tersebut benar-benar terealisasi, maka wajah Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan IAS akan sangat dipengaruhi oleh orang-orang dari lingkaran politik yang selama ini dekat dengannya. Di satu sisi, komposisi seperti ini dapat menjadi kekuatan karena hubungan personal dan tingkat kepercayaan antar pengurus relatif sudah terbentuk.

Tetapi disisi lain, muncul pertanyaan yang tak kalah penting seberapa kuat Golkar jika terlalu bertumpu pada lingkaran loyalis ketua? Sebab, partai politik bukan hanya membutuhkan orang-orang yang loyal kepada ketua, tetapi juga membutuhkan figur yang mampu merawat komunikasi dengan seluruh faksi, mengelola kepentingan kader, dan membuka ruang bagi kelompok yang berada di luar lingkaran kekuasaan.

Pertanyaan itu menjadi semakin relevan karena Golkar Sulsel memiliki struktur yang besar. Ada DPD II kabupaten dan kota, organisasi sayap, organisasi pendiri dan yang didirikan, serta jaringan kader yang tersebar hingga akar rumput. Mereka tidak seluruhnya lahir dari satu lingkungan politik yang sama.

Di sinilah kemampuan IAS diuji. Pengalaman politiknya membuat IAS dikenal memiliki kemampuan membaca peta kekuatan dan mengidentifikasi titik-titik lemah lawan. 

Ia juga bukan pemain baru dalam pertarungan politik Sulsel. Pengalaman sebagai Wali Kota Makassar dan perjalanan panjangnya di arena politik membuat IAS memahami bagaimana membangun jaringan, membaca momentum, sekaligus mengkonsolidasikan kekuatan.

Namun, menguasai partai dari atas berbeda dengan memastikan seluruh mesin partai bergerak dalam satu irama. 

Tantangan terbesar IAS justru berada setelah struktur kepengurusan terbentuk. Ia harus membuktikan bahwa orang-orang yang berada di luar “Batu Putih” tetap memiliki ruang, peran, dan kepentingan yang terakomodasi dalam Golkar Sulsel.

Sebab, politik kekeluargaan memiliki dua wajah. Ia dapat menjadi perekat ketika hubungan personal melahirkan kepercayaan dan soliditas. 

Tetapi jika terlalu dominan, ia juga berpotensi menciptakan kesan eksklusivitas. Partai bisa terlihat seperti bergerak berdasarkan lingkaran kedekatan, bukan semata-mata berdasarkan kebutuhan organisasi.

Sementara itu, partai-partai rival tentu tidak akan tinggal diam. Menjelang kontestasi politik berikutnya, lawan politik Golkar memiliki waktu untuk membaca pola konsolidasi IAS sekaligus menyiapkan strategi tandingan.

Setiap celah dalam konsolidasi internal Golkar dapat menjadi ruang yang dimanfaatkan untuk merebut kader, simpul suara, hingga basis pemilih.

Karena itu, susunan kepengurusan Golkar Sulsel nantinya bukan hanya persoalan siapa menjadi sekretaris, siapa menjadi bendahara, atau siapa yang duduk di posisi strategis lainnya. 

Lebih jauh, komposisi tersebut akan menjadi ujian pertama bagi IAS dalam membuktikan apakah jaringan politik yang dibangun sejak era Batu Putih mampu ditransformasikan menjadi mesin organisasi yang lebih besar.

Pada akhirnya, pertarungan IAS bukan hanya menghadapi lawan di luar Golkar. Pertarungan sesungguhnya adalah bagaimana menjadikan jaringan personal menjadi kekuatan institusional. 

Jika berhasil, Batu Putih bisa menjadi fondasi lahirnya mesin politik Golkar Sulsel yang solid. 

Tetapi jika gagal merangkul seluruh elemen, politik kekeluargaan justru dapat berubah menjadi titik rawan yang menguji soliditas Partai Golkar menjelang pertarungan politik berikutnya.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro08 September 2026 13:15
Appi Titip Tugas Berat Usai Lantik Pejabat: TPA Tamangapa Harus Berbenah, Lakkang Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menegaskan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Makassar tidak bo...
Metro08 September 2026 13:12
PIK Remaja Bekali Siswa Sekolah Rakyat Mario Kulo dengan Edukasi Pergaulan Sehat
SIDRAP, TROTOAR.ID — Masa depan remaja tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga kemampuan mereka mengenali diri, menjaga diri, dan...
Metro08 September 2026 13:05
Di Tengah Kemarau Panjang, Gubernur Andi Sudirman Bersama Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kemarau panjang mulai menjadi perhatian serius di Sulawesi Selatan. Di tengah menurunnya ketersediaan air di sejumlah wilayah...
Metro08 September 2026 13:02
Lahan Pemakaman Makassar Menipis, Appi Bidik TPU Baru di Maros
MAKASSAR, Trotoar.id — Persoalan lahan pemakaman di Kota Makassar mulai memasuki fase yang membutuhkan solusi jangka panjang. Sejumlah lokasi pemaka...