Pemkab Sinjai

Perlunya Jaminan Sosial Bagi Nelayan

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Minggu, 20 Maret 2022 14:59

Seorang nelayan tengah melempar perangkap ikannya. (Pixabay)
Seorang nelayan tengah melempar perangkap ikannya. (Pixabay)

Sinjai, trotoar.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Sinjai menggelar Rapat Kerjasama Operasional (KSO) bersama Pemerintah Daerah bertempat di salah satu Rumah Makan di kota Sinjai, Jumat siang (18/3/2022).

Rapat ini dihadiri langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sinjai A. Ilham Abubakar, Kepala Dinas Perikanan Sinjai H. Haris Achmad dan perwakilan dari Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja.

Selain ku dihadiri pula oleh beberapa instansi lintas sektor seperti Kantor UPP Kelas III Sinjai, Kepala Syahbandar Perikanan Sinjai, Satpel PPI Lappa serta Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sinjai.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab A. Ilham Abubakar menekankan pentingnya program jaminan keselamatan kerja di sektor kelautan dan perikanan

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sinjai Gasali mengatakan, tujuan Rapat KSO untuk mensosialisasikan program BPJS ketenagakerjaan, khususnya bagi para nelayan dan tenaga kerja di bidang perikanan tangkap.

Hal ini sesuai Implementasi Inpres No 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Ketenagakerjaan, Perda nomor 5 tahun 2015 tentang Tenaga kerja serta Perbup Sinjai nomor 81 tahun 2021 tentang subsidi premi kepesertaan jamsostek bagi nelayan Sinjai.

Menurutnya ini penting, mengingat jumlah nelayan dan tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan di Sinjai mencapai sekitar 9.500 orang. Sedangkan yang sudah mendaftar hingga Maret tahun 2022 ini sudah mencapai 3.374 tenaga kerja/nelayan.

“Ke depan kita akan melakukan perjanjian kerjasama dengan Pemkab dan lintas sektor dalam hal perlindungan sosial bagi nelayan, dimana akan dipersyaratkan nelayan yang akan melaut dipastikan sudah terdaftar sebagai kepesertaan jamsostek, ” katanya.

Sementara itu Kadis Perikanan Kabupaten Sinjai, Haris Achmad mengatakan bahwa Pemkab Sinjai terus mendorong dan memfasilitasi para nelayan di Sinjai untuk masuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Berdasarkan petunjuk dari Bapak Bupati, kami berkomitmen untuk terus mendorong para nelayan kita untuk mendapatkan jaminan perlindungan sosial, apalagi resiko kerja para nelayan kita sangat besar, ” jelasnya.

Untuk tahun 2022 ini, kata Haris, Pemerintah Daerah telah menyiapkan anggaran untuk 500 tenaga kerja khususnya nelayan kecil sebagai penerima subsidi premi jamsostek. (*)

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah04 September 2026 15:55
Gandeng Kementerian Perindustrian, Sidrap Dorong Kopi Lokal Naik Kelas Lewat Teknologi
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai mendorong komoditas kopi lokal naik kelas. Tak hanya mengejar peningkatan...
Metro04 September 2026 15:53
103 Ribu Pekerja Rentan Makassar Terlindungi, BPJS Apresiasi Kebijakan Appi
MAKASSAR, Trotoar.id — Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan mendapat apresiasi dari...
Metro04 September 2026 15:50
Gubernur Sulsel Beber 4 Keunggulan MYP: Kualitas Infrastruktur Dijaga, Anggaran Lebih Efisien
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memilih skema Multi Years Project (MYP) bukan sekadar untuk mempercepat pembangunan infr...
Internasional04 September 2026 15:47
Pascagempa Flores, Tim Kesehatan Sulsel Layani 315 Pasien di Manggarai
LABUAN BAJO, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengerahkan tim kesehatan untuk memperkuat pelayanan medis bagi warg...