Pemkot Makassar

Polemik Minyak Goreng Jadi Perbincangan Diskominfo Makassar saat Coffee Morning

Suriadi
Suriadi

Selasa, 29 Maret 2022 18:56

Polemik Minyak Goreng Jadi Perbincangan Diskominfo Makassar saat Coffee Morning

Makassar, trotoar.id – Stok dan harga minyak goreng jelang bulan puasa menjadi pembahasan dalam acara Coffee Morning Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar yang dilangsungkan di Warung Upnormal, Jalan Bontolempangan, Selasa (29/3/2022).

Diskominfo mengundang Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Arlien Ariesta dan Pj Direksi PD Pasar Makassar Raya Thamrin Mensa.

Kepala Diskominfo Makassar, Mahyudin mengatakan, minyak goreng masih menjadi tren perbincangan di masyarakat.

Karenanya, dalam forum ini masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait harga dan ketersediaan minyak goreng di Kota Makassar.

Baca Juga  Kasus Harian Covid-19 Indonesia Tertinggi se-Dunia, Rizal Ramli: Kalau Bikin Prestasi yang Baguslah

“Bukan hanya minyak goreng, bahan pokok lainnya yang mengalami kenaikan dan keterbatasan stok juga dibahas,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Makassar, Arlien Ariesta mengatakan  bahwa salah satu tugas Disdag adalah melakukan pemantauan harga di pasar. 

Yang terjadi saat ini, ketidak seimbangan antara permintaan minyak goreng dan ketersediaan minyak goreng. Baik di retail maupun di pasar tradisional.

Informasi dari Distributor, pre order yang dipesan lewat produsen hanya bisa dipenuhi 30 persen dari jumlah permintaan.

“Memang diakui bahwa stok terbatas, informasi dari distributor pre order mereka tidak terpenuhi 100 persen hanya 30 persen,” jelasnya.

Baca Juga  Bulukumba Masuk Nominasi Raih Penghargaan APE Utama

Menurutnya, minyak goreng merupakan komoditas yang memiliki tingkat inflasi yang bervariasi, karena produksi bahan baku minyak goreng dipengaruhi harga global.

Tingginya harga minyak goreng terjadi sejak akhir tahun 2021 lalu.

Pemerintah, kata Arlien sudah melakukan berbagai upaya, misalnya melakukan intervensi dengan menerapkan subsidi minyak kemasan dengan harga Rp14 ribu per liter.

Namun, kebijakan tersebut hanya bertahan dua bulan lebih, Pemerintah kemudian menghilangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak kemasan.

Baca Juga  Distributor Tunggu Pasokan Minyak Goreng dari Produsen, Disdag Sulsel: Kita Terus Pantau

Sementara harga minyak curah diberikan HET Rp14 ribu per liter.

“Ada beberapa kendala sehingga HET minyak goreng curah Rp14 ribu dan premium diserahkan ke mekanisme pasar,” jelasnya.

Pj Direksi PD Pasar Makassar Raya Thamrin Mensa menyampaikan, PD Pasar hanya sebatas melakukan pemantauan di pasar-pasar tradisional.

Sejauh ini, minyak goreng memang menjadi komoditas yang dikeluhkan masyarakat. Selain mahal, stoknya juga terbatas.

“Item-item yang mengalami kenaikan harga hanya minyak goreng, bawang putih, telur, dan cabai. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik25 Oktober 2026 11:59
Eks Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf Perkuat Golkar Sulsel, Emban Misi Kemanusiaan
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan memperkuat barisan kepengurusannya dengan menghad...
Metro24 Oktober 2026 21:57
Fatmawati Rusdi: Sulsel Siap Jadi Simpul Produksi dan Distribusi Pangan Sulampua
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi sekali...
Metro24 Oktober 2026 17:52
Sulsel Fest 2026 Hadirkan 60 UMKM, Sediakan 40 Stan Gratis
12 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Festival Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan 2026 (Sulsel Fest) menghadirkan pel...
Metro24 Oktober 2026 16:46
Aliyah Mustika Ilham Resmikan Identitas Baru MOMTOMOMS, Dorong Perempuan Saling Menguatkan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi peran komunitas pe...