MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan memperkuat barisan kepengurusannya dengan menghadirkan figur yang memiliki pengalaman di pemerintahan dan politik daerah.
Mantan Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Ir. H. Mahmud Yusuf, dipastikan masuk dalam jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sulsel dan akan mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana.
Penempatan Mahmud Yusuf di bidang kebencanaan memberi dimensi tersendiri dalam penguatan struktur partai berlambang pohon beringin tersebut.
Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap respons cepat saat bencana, bidang ini memiliki ruang kerja yang bersentuhan langsung dengan persoalan kemanusiaan, mulai dari kesiapsiagaan hingga dukungan bagi warga terdampak.
Bagi Golkar Sulsel, kehadiran Mahmud Yusuf bukan semata penambahan nama dalam struktur organisasi.
Pengalaman yang dimilikinya sebagai mantan pejabat pemerintahan daerah menjadi modal untuk membangun pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Tantangannya adalah menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi program yang terukur, responsif, dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Mahmud Yusuf memiliki rekam jejak panjang dalam dinamika pemerintahan dan politik di Kabupaten Sidrap.
Pengalamannya mendampingi jalannya pemerintahan daerah memberinya pemahaman mengenai persoalan pelayanan publik, kebutuhan masyarakat, serta pentingnya koordinasi antarelemen ketika daerah menghadapi situasi darurat.
Sebelum bergabung dengan Golkar, Mahmud Yusuf juga tercatat pernah memimpin Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sidrap.
Pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam pengelolaan organisasi politik sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam dinamika politik lokal.
Perjalanan politik lintas partai itu menjadi salah satu aspek yang menarik dari kehadirannya di Golkar Sulsel.
Namun, tantangan sesungguhnya bukan sekadar membangun posisi di dalam struktur partai, melainkan menunjukkan kapasitas melalui kerja organisasi, konsolidasi kader, dan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
Amanah di bidang penanggulangan bencana juga menuntut pendekatan yang lebih substantif daripada sekadar respons ketika bencana terjadi.
Kesiapsiagaan, pemetaan kebutuhan masyarakat, koordinasi dengan pihak berwenang, serta penyaluran bantuan secara tepat sasaran merupakan bagian penting dari kerja kemanusiaan yang perlu mendapat perhatian.
Dalam konteks Sulawesi Selatan, penanganan bencana membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, hingga masyarakat.
Karena itu, peran organisasi politik idealnya diarahkan untuk memperkuat kepedulian sosial dan mendukung upaya penanganan bencana tanpa mengambil alih kewenangan lembaga yang bertanggung jawab.
Masuknya Mahmud Yusuf dalam kepengurusan DPD Golkar Sulsel berlangsung di tengah agenda konsolidasi organisasi di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin.
Penguatan struktur melalui kehadiran figur berpengalaman di daerah diharapkan dapat memperluas jangkauan organisasi sekaligus memperkuat hubungan partai dengan masyarakat.
Pada akhirnya, posisi Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana akan dinilai dari kerja nyata yang dihasilkan. Bagi Mahmud Yusuf, pengalaman birokrasi dan politik merupakan modal awal.
Ukuran keberhasilannya terletak pada kemampuannya membangun program kebencanaan yang terkoordinasi, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, dan menghadirkan Golkar sebagai organisasi yang tidak hanya aktif dalam agenda politik, tetapi juga tanggap terhadap persoalan kemanusiaan.




Komentar