La Nyalla

La Nyalla: Hentikan Wacana Tunda Pemilu, Jangan Sampai Publik Marah

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Senin, 04 April 2022 00:25

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (trotoar/bb)
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (trotoar/bb)

Trotoar.id, Makassar – Wacana penundaan Pemilu yang sering dilontarkan sejumlah ketua Partai dan Salah seorang Menteri mendapat respon serius dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI La Nyalla Mattalitti

Mantan Ketua Umum PSSI tersebut meminta kepada Luhut Binsar Panjaitan untuk tidak meneruskan wacana penundaan pemilu 2024, yang akan dapat menimbulkan, polemik itu bisa memicu kemarahan publik.

“Saya Ingatkan agar Menko Luhut tidak meneruskan wacana penundaan Pemilu 2024, hal itu demi kebaikan berbangsa dan bernegara,” Kata La Nyalla, Minggu 3 April 2022

La Nyalla menyatakan wacana penundaan Pemilu melanggar aturan bernegara, dan polemik tersebut dapat menimbulkan Bahaya dalam demokrasi bangsa Indonesia, dan akan menimbulkan kemarahan publik akan wacana tersebut 

Senator asal Jawa Timur tersebut tak lupa mengingatkan berdasarkan analisa Big Data yang dimiliki DPD RI, kecenderungan masyarakat yang senang dengan deklarasi Jokowi tiga periode turun dari 28 persen menjadi 23 persen.

“Kia punya data Dukungan masyarakat yang mendeklarasikan tiga periode, yang dilakukan oleh beberapa kepala desa kemarin, mengalami penurunan dari 28 Persen, menjadi 23 Persen,” kata La Nyalla.

La NYalla berpendapat jika menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan, harus sadar jika saat ini persoalan ekonomi masyarakat sedang diaduk-aduk.

Sehingga wacana penundaan Pemilu, akan menjadi persoalan sosial di Masyarakat, karena tidak semua pihak ingin wacana tersebut terealisasi 

“Dari pantauan Big Data DPD RI, naiknya harga-harga kebutuhan pokok dan rencana kenaikan LPG 3 KG meningkatkan perasaan takut masyarakat sebesar 10 persen,” kata La Nyalla.

La Nyalla juga menyampaikan adanya potensi peningkatan kemarahan publik soal deklarasi Jokowi 3 periode, sudah diingatkan beberapa waktu lalu, 

“Bulan Maret lalu saya sudah ingatkan Luhut soal klaim 110 juta pengguna media sosial membahas penundaan pemilu 2024 dan adanya potensi kemarahan publik. Saat itu, skor emosi marah publik mencapai angka 8 persen. Saat ini skor marah publik meningkat menjadi 12 persen,” ungkapan dikutip pojoksatu.Com 

La Nyalla meminta agar teriakan rakyat yang diwakili oleh mahasiswa harus didengar potensi kemarahan publik ini terus meningkat, tidak tertutup kemungkinan aksi turun ke jalan akan semakin meluas.

“Kita lihat mahasiswa mulai bergerak turun ke jalan. Ini menunjukkan jika indikator yang dipakai oleh DPD RI bersesuaian dengan fakta di lapangan. Jika rencana penundaan pemilu 2024 terus digulirkan, tingkat kemarahan publik bisa makin meluas,” katanya.

Penulis : Upi

 Komentar

Berita Terbaru
News27 Mei 2026 00:52
Barru Raih UHC Awards 2026, Tegaskan Komitmen Perluasan Akses Layanan Kesehatan
Jakarta, trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori madya atas keberhasilan mem...
News27 Mei 2026 00:49
Barru Luncurkan Call Center 112, Perkuat Respons Darurat dan Digitalisasi Layanan Publik
Barru, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis di sektor pelayanan publik melalui peluncuran layanan d...
News27 Mei 2026 00:45
Pemkab Barru Buka FKP RKPD 2027, Prioritaskan Pelayanan Publik di Tengah Tantangan Anggaran
BARRU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru mulai menyusun arah pembangunan tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) Rencana Kerja Pemeri...
News27 Mei 2026 00:42
Pemkab Barru Matangkan Pilkades 2026, Pemungutan Suara Dijadwalkan 25 Mei
BARRU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 melalui rapat koordinasi bersama Fo...