Categories: News

Setelah 24 Jam, Korban yang Tenggelam di Sungai Bialo Ditemukan

Bulukumba, trotoar.id – Innalillahi Wainnailaihi Rajiun, setelah 24 jam lebih, akhirnya Tim SAR Gabungan menemukan Ramadan (8) korban tenggelam di Sungai Bialo, Kabupaten Bulukumba, Kamis sore, 21 April 2022.

Rama panggilan akrab Ramadan ditemukan sudah tak bernyawa oleh tim yang melakukan penyelaman. Tangis keluarga dan warga pun pecah saat detik-detik korban dievakuasi ke pinggir sungai.

Sebelumnya sekitar satu jam setengah setelah Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf meninjau proses evakuasi pencarian bocah laki-laki tersebut, Ramadan yang tenggelam di Sungai Bialo, Desa Paenre Lompoe, Kecamatan Gantarang pada Rabu (20/4/22) siang akhirnya ditemukan tak bernyawa.

Rama yang domisili di Desa Polewali Kecamatan Gantarang diduga tenggelam karena terpeleset ke Sungai Bialo yang kedalamannya sekitar 7 meter. Ia bersama temannya akan memancing di sungai tersebut.

Andi Utta sapaan akrab Bupati saat meninjau lokasi tenggelamnya Rama menginstruksikan agar bagian hulu lokasi tersebut, untuk sementara dibendung supaya dapat menahan dan mengalihkan arus air dengan menggunakan alat berat, guna memudahkan para penyelam melakukan pencarian.

“Jika tim SAR kesulitan melakukan pencarian, kita bendung dulu bagian atas, lalu kita sedot airnya,” kata Andi Utta saat melakukan peninjauan.

Atas peristiwa tersebut, Andi Utta meminta untuk mengambil pembelajaran agar orang tua memperketat pengawasan kepada anak-anaknya saat bermain, khususnya di lokasi bantaran sungai.

“Kita tidak menginginkan kejadian seperti ini terjadi lagi, yang menyebabkan korban jiwa,” ungkapnya.

Setelah menerima laporan jika bocah Rama sudah ditemukan, Andi Utta menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh tim SAR Gabungan yang telah bekerja lebih 24 jam melakukan pencarian korban.

Selanjutnya, terkait lokasi tenggelamnya Rama yang merupakan bekas tambang galian, Andi Utta mewanti-wanti agar para penambang untuk memperhatikan aspek lingkungan, apalagi sampai harus merusak seperti lokasi tersebut yang kedalamannya sudah mencapai 7 meter lebih tanpa memikirkan apa dampaknya.

“Olehnya itu saya mengajak para pengusaha tambang, agar tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, jangan membiarkan ada kedalaman melebihi 2 sampai 3 meter,” imbuhnya.

Andi Utta mengaku, tidak adanya kontrol terhadap aktivitas tambang oleh karena kewenangan itu sudah diambil alih pemerintah pusat. Ia berharap ke depan kewenangan itu kembali ke daerah sehingga pemerintah daerah mampu mengendalikan aktivitas pertambangan, khususnya lokasi-lokasi yang mana boleh dan tidak boleh dilakukan aktivitas tambang.(*)

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

BERITA TERKAIT

Saksikan Peresmian KDKMP oleh Presiden Prabowo, Bupati Sidrap Tegaskan Dukungan Penuh

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) menghadiri peresmian pengoperasian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…

16 jam ago

Pemkot Makassar Tegaskan Isu Anggaran Rp10 Miliar Makan Minum Wali Kota adalah Hoaks

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait…

16 jam ago

Bunda Forum Anak Dorong Generasi Penerus Jadi Pelopor Perubahan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bunda Forum Anak Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka secara resmi kegiatan Pemilihan…

20 jam ago

Sulsel Matangkan Persiapan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) terus…

20 jam ago

Kawal Penuh Porsenijar 2026, Bupati Sidrap Targetkan Tuntas dan Sukses

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Sidrap…

21 jam ago

Wali Kota dan Kapolrestabes Makassar Resmikan SPPG Tallo 1, Layani 10 Sekolah

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana…

22 jam ago

This website uses cookies.