Dishub Makassar

Makassar Rawan Macet, Dishub Akan Ubah Beberapa Jalur, Ini Titiknya

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 31 Mei 2022 12:04

Kadishub Makassar melihat peta jalur yang akan diubah.
Kadishub Makassar melihat peta jalur yang akan diubah.

Makassar, trotoar.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar akan merubah jalur di beberapa titik wilayah rawan kemacetan di Kota Makassar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Iman Hud menyampaikan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan dan mengurangi kepadatan kendaraan di Kota Makassar, Minggu (29/05/2022).

Menurutnya, perubahan ini telah melalui kajian ahli transportasi. Sehingga sangat rasional untuk penerapan new traffic management (NTM) karena jumlah jalan terbatas dan jumlah kendaraan bertambah setiap tahun di Kota Makassar.

“Ini sudah berdasarkan hasil kajian dari ahlinya. Selanjutnya akan dilakukan kajian secara komplit, hingga diseminarkan untuk mulai penerapan,” jelasnya.

Dishub Makassar fokus pada kawasan pantai Losari yang menjadi muara kemacetan sampai Benteng Rotterdam, itu dikarenakan merupakan kawasan UKM dan kawasan kreatif yang memang digandrungi dan diminati masyarakat.

Sesuai kajian Dishub, titik yang nantinya akan berubah jalur. Misalnya, Jalan Penghibur yang saat ini dari arah selatan ke utara. Ke depan bakal berbalik arah dari utara ke selatan sehingga bisa langsung belok kiri menuju Haji Bau.

Kemudian, Jalan Haji Bau yang sebelumnya dari arah timur ke barat bakal berubah dari barat ke timur. Misalnya dari arah Rajawali belok kanan ke Haji Bau dan kiri ke Metro Tanjung Bunga, tapi tidak bisa lurus ke Penghibur.

Sementara Jalan Lamadukelleng juga nantinya bakal berbalik arah dari utara ke selatan berubah menjadi dari selatan ke utara.

“Dari tahun 2018 dan sampai sekarang 2022 ada perubahan masalah, sehingga rekayasa ini kembali dilakukan dengan kajian terbaru,” jelasnya.

Dan beberapa jalan lagi akan berubah sesuai penerapan 2018 lalu yang juga ada event F8 Pemkot Makassar.

“Kita lihat 2018 lalu ratusan kendaraan di acara F8 itu bisa teratasi dengan baik karena rekayasa yang dilakukan,” jelas Iman Hud.

“Target kita 1 sampai 2 minggu mencoba menyusun kemudian kita seminarkan dan melibatkan semua masyarakat serta Satlantas, sehingga apa yang jadi rencana kita bisa berjalan dengan baik,” tutup Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Iman Hud. (*)

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah07 Agustus 2026 14:54
Dari Buku ke Masa Depan, Andi Ina Pastikan Bantuan Kemendikdasmen Perkuat Budaya Literasi Anak Barru
MAKASSAR, Trotoar.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru membangun generasi yang gemar membaca kembali mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat. Us...
Parlemen07 Agustus 2026 13:51
Umiyati Apresiasi Langkah KONI Makassar Lindungi Atlet PORPROV Lewat BPJS Ketenagakerjaan
MAKASSAR, Trotoar.id – Di balik ambisi meraih gelar juara pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Selatan 2026, Komite Olahraga Nasional Ind...
Metro07 Agustus 2026 12:48
Surplus Rp130 Miliar Jadi Sinyal Positif, Bapenda Makassar Genjot Pendapatan dan Bersih-bersih Pajak
MAKASSAR, Trotoar.id — Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar justru men...
Politik06 Agustus 2026 15:53
Golkar Sulsel Bersiap dengan Wajah Baru, IAS Targetkan Struktur Rampung Pekan Depan
Makassar, Tritoar.id – Langkah konsolidasi Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki fase akhir.  Setelah melalui serangkaian pembahasan intensif, ti...