Trotoar.id, Makassar – Keretakan yang terjadi di tubuh Internal Partai Golkar Sulsel saat ini akan menjadi ancaman besar bagi Partai Golkar untuk dapat mempertahankan predikat sebagai pemenang pemilu tahun pada 2024 akan datang.
Sebab, kekuatan Partai Golkar sebenarnya ada pada solidaritas dan kekompakan kader untuk menghadapi kompetisi lima tahunan.
Olehnya itu muncul wacana soal dorongan pelaksanaan Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) sebagai salah satu cara untuk menyelamatkan partai Golkar dari kehancuran yang akan dihadapi
Mengenai hal tersebut, pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Hasrullah menilai jika proses politik sejak paca musda Golkar di Jakarta tahun 2020 yang lalu sampai saat ini tidak menunjukkan hasil yang positif.
Sebab sampai saat ini soliditas dan kekompakan kader partai Golkar di Sulsel masih dipertanyakan, hal itu jelas menurut dia ada pada Leadership seorang pemimpin.
“Leadership seorang pemimpin sangat dibutuhkan untuk menjalankan roda organisasi dan mensolidkan kader, apa lagi Golkar akan menghadapi kompetisi lima tahunan,” Katanya
Jika leadership seorang pemimpin, tidak mampu merangkul kadernya, maka perpecahan tidak dapat di hindari, sebab perpecahan dan proses tata kelola organisasi akan semrawut
Dalam proses organisasi, yang namanya komunikasi organisasi dan politik sangat di butuhkan, sebab itulah yang akan mendorong semangat militansi kader.
Hasrullah yang pernah menjadi kader AMPI juga membandingkan pola kepemimpinan Taufan Pawe dengan pendahulunya, dimana Pendahulunya mampu merangkul seluruh faksi-faksi yang ada dan dijadikan sebuah kekuatan politik
“Saya melihat ada perbedaan sangat jauh dari kepemimpinan yang dulu, seperti di zaman, Amin Syam, SYL dan NH, mereka semua mampu dapat merangkul seluruh faksi-faksi yang ada, sehingga penyatuan faksi dijadikan kekuatan besar, namun itu tidak terlihat dalam proses kepemimpinan di partai Golkar saat ini, ” Katanya
Apalagi ruang komunikasi Ketua Golkar Sulsel dengan perangkat organisasi serta strukturnya termasuk dengan sejumlah para senior Golkar tidak terjalin dengan baik, dan jelas itu akan membahayakan partai Golkar sendiri
“Kalau saluran informasi tidak terdistribusi dengan baik (Buntu) , maka akan terjadi ketidak pastian, inilah yang terjadi saat ini di Golkar, kader tidak lagi merasa di hargai di rumahnya sendiri, sehingga dia memilih diam ” Ungkapnya
Lanjut Hasrullah jika pun pada proses kepemimpinan saat ini ada orang yang dianggap sebagai pesaing, itu harus di buang, karena dalam sebuah manajemen organisasi kepentingan organisasi di atas dari kepentingan orang perorang atau kelompok tertentu




Komentar