Trotoar.id, Makassar — Rapat Pleno Partai Golkar Sulawesi Selatan yang dipimpin langsung Ketua Harian PArtai Golkar Sulsel Kadir Halid dihalangi oleh orang-orang yang mengatasnamakan dan menggunakan baju Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).
Rapat Pleno yang dihadiri sejumlah pengurus harian DPD I Golkar Sulsel, merupakan perintah konstitusi partai golkar yang mewajibkan Rapat Pleno digelar 2 kali dalam setahun, dan juga bagian konsolidasi organisasi
Kadir Halid menyebutkan rapat pleno yang dilakukan merupakan perintah konstitusi organisasi Partai Golkar, mengingat saat ini kurang dari tiga tahun kepengurusan DPD I Golkar Sulsel Belum pernah sekalipun melaksanakan rapat pleno dan rapat pimpinan daerah yang diwajibkan digelar setiap tingkatan.
“Kepengurusan sudah hampir tiga tahun, namun sampai saat ini belum pernah sekali pun melaksanakan rapat pleno dan rapimda,apa lagi rapat pleno dan rapimda wajib digelar sebagaimana perintah Juklat, PO dan AD/ART Partai Golkar,” Kata Kadir Halid
Parahnya lagi seluruh ruangan rapat di sekretariat partai Golkar Sulsel jalan Amanagappa Makassar, dikunci oleh oknum yang menolak pelaksanaan rapat Pleno, sehingga pelaksanaan Rapat Pleno digelar di ruang ketua Harian Golkar Sulsel
Meski Ada kelompok yang menolak pelaksanaan Rapat Pleno, Rapat Pleno tersebut menghasilkan beberapa poin yang kemudian poin-poin tersebut akan diteruskan ke DPP sebagai bahan pertimbangan DPP
Salah satu poin yang disepakati dalam rapat pleno terkait dengan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, mengingat berbagai pelanggaran organisasi yang telah dilakukan
Hasil Rapat Pleno memutuskan beberapa hal antara lain :
1. DPD I Partai Golkar Sulsel akan secara Intens melakukan. Konsolidasi pengurus, serta konsolidasi pemenangan dalam menghadapi pemilu 2024.
2. Menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan kader partai Golkar agar setiap saat melakukan sosialisasi Bapak Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden, sebagaimana amanah MUNAS dan RAPIMNAS partai Golkar.
3. DPD Partai Golkar Sulsel akan membentuk tim perumus Tata Kerja Partai Golkar sulsel. Tata kerja ini, seharusnya di buat di awal kepengurusan, namun hingga saat ini belum di buat, sehingga harus dibuat segera.
4. DPD I Partai Golkar Sulawesi selatan akan segera melaksanakan RAPAT KERJA DAERAH untuk merumuskan program kerja Partai, mengingat agenda politik sudah semakin dekat.
5. Rapat Pleno memutuskan untuk menyatakan MOSI Tidak Percaya terhadap kepemimpinan ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, mengingat berbagai pelanggaran organisasi yg telah




Komentar