Partai Nasdem

Buka Akses Jalan Rampi Lutra, NasDem Ternyata Teruskan Peninggalan Belanda

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 17 Agustus 2022 15:18

Masyarakat Kecamatan Rampi di Kabupaten Luwu Utara masih mendambakan infrastruktur jalan layak. Sebab hari ulang tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia, akses jalan di daerah terpencil Sulawesi Selatan itu belum tersentuh pembangunan.
Masyarakat Kecamatan Rampi di Kabupaten Luwu Utara masih mendambakan infrastruktur jalan layak. Sebab hari ulang tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia, akses jalan di daerah terpencil Sulawesi Selatan itu belum tersentuh pembangunan.

Trotoar.id, Makassar – Masyarakat Kecamatan Rampi di Kabupaten Luwu Utara masih mendambakan infrastruktur jalan layak. Sebab hari ulang tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia, akses jalan di daerah terpencil Sulawesi Selatan itu belum tersentuh pembangunan.

Saat ini Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulsel lewat aksi kemanusiaannya tengah berupaya membuka jalur sepanjang 84 kilometer menuju Rampi. Setelah sekitar tiga bulan pengerjaan, pembukaan jalur tersisa lima kilometer.

Menurut penuturan warga setempat, rintisan jalan di Kecamatan Rampi merupakan peninggalan zaman pendudukan Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia, praktis tidak ada pembangunan jalan di daerah itu. Soal itu turut disampaikan Anggota fraksi NasDem Luwu Utara, Haeruddin Yusuf.

“Jadi baru NasDem yang menyentuh setelah Belanda,” kata Haeruddin.

Haeruddin mengatakan, informasi sejarah soal akses jalan Rampi didapatkan dari pekerja yang dilibatkan selama pengerjaan.

“Makanya namanya di sana Jalan Belanda. Warga lokal bilang seperti itu,” ucap Haeruddin.

Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse (RMS) mengatakan pembukaan jalur menuju wilayah Rampi yang terisolasi tersisa 5 kilometer ditarget rampung 1 bulan ke depan.

“Pembangunan ruas jalan menuju Rampi, sisa 5 km lagi kita tembus akan diselesaikan kurang lebih dalam waktu 1 bulan,” kata Rusdi Masse usai melantik kepengurusan DPD NasDem Luwu Utara.

Rusdi Masse mengatakan jika NasDem tidak punya nurani, ketulusan, dan Keikhlasan, pembangunan ruas jalan menuju Rampi tidak akan dikerjakan.

“Kalau partai Nasdem tidak punya nurani, tidak punya ketulusan dan keikhlasan, kalau hanya untuk memperoleh suara di Rampi, maka itu tidak akan dilakukan,” imbuhnya.

Rusdi Masse membeberkan, banyak yang mengatakan hal tersebut mustahil untuk dilakukan. Namun dia membuktikan dengan menurunkan alat berat untuk mencoba membuka ruas jalan menuju Rampi.

“Semua orang mengatakan bahwa itu mustahil, saya bilang ‘kita tidak tahu kalau kita tidak coba’ antara mau berhasil atau tidak, kirim alat berat baru kita lihat siapa yang betul, siapa yang salah dan siapa yang perhatian,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPD Partai NasDem Lutra Putri Dakka mengucapkan terima kasih kepada Rusdi Masse yang telah memfasilitasi pembukaan jalur di Rampi. Dia menilai hal itu dilakukan untuk menyelamatkan warga Rampi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada kakak saya, Rusdi Masse. Karena beliaulah yang menyelamatkan Rampi tidak jadi pergi,” kata Putri Dakka, dalam tutupnya.

Penulis : PArtai Nasdem

 Komentar

Berita Terbaru
Metro29 Agustus 2026 15:16
BBNKB dan PBBKB Tak Naik, Prof Marsuki: Pilihan Rasional Jaga Daya Beli Masyarakat
MAKASSAR — Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mempertahankan tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Bahan...
Daerah29 Agustus 2026 14:20
Tak Punya Latar Belakang Kuliner, Halim Bangun Kapurung Al Fazza dan Buka Lapangan Kerja di Sidrap
SIDRAP, Trotoar.idTrotoar.id — Tidak memiliki pengalaman memasak maupun latar belakang bisnis bukan alasan bagi Halim untuk mengurungkan niat menjad...
Metro29 Agustus 2026 12:23
Gubernur Andi Sudirman Kick Off Piala Gubernur Sulsel 2026, Rp500 Juta Diperebutkan
PAREPARE, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman resmi membuka Piala Gubernur Sulsel 2026 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kot...
Daerah28 Agustus 2026 22:23
KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap
SIDRAP, Trotoar.id — Sebuah produk kuliner tak pernah benar-benar lahir dari satu tangan. Di balik seporsi kue yang sampai ke meja pelanggan, ada pe...