Pemda Luwu Utara

Percepat Penurunan Stunting, Bupati Luwu Utara Dorong Inovasi Kejar Timbang

Suriadi
Suriadi

Jumat, 30 Desember 2022 19:07

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani

Trotoar.id, Luwu Utara — Bupati Indah Putri Indriani berkomitmen untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Luwu Utara. Berdasarkan data e-PPGBM, dalam empat tahun terakhir, 2018 – 2021, terjadi penurunan prevalensi stunting yang cukup signifikan, dari 31,1% di tahun 2018, turun drastis menjadi 12,60% di tahun 2021. Ada penurunan 18,5%.

Signifikansi penurunan prevalensi stunting ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Selatan secara keseluruhan. Tentu hasil ini juga tidak terlepas dari upaya yang terus dilakukan Pemda Luwu Utara bersama stakeholder terkait lainnya, sehingga penanganan stunting di Luwu Utara sudah on the track.

Kendati demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan oleh Pemda Luwu Utara, utamanya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), agar kasus stunting di Sulsel, khususnya di Luwu Utara, betul-betul tertangani dengan baik. Salah satu yang diupayakan Pemda adalah mendorong inovasi Kejar Timbang bayi langsung di rumah-rumah warga.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data terakhir, baru ada sekitar 60% bayi di bawah 2 tahun yang telah ditimbang. Nah, ia berharap, 40% bayi yang belum ditimbang agar segera dicari solusinya melalui sebuah inovasi kejar timbang yang telah direplikasi. Untuk itu, Indah Putri berharap pemerintah desa dan PKK Kecamatan segera melahirkan inovasi dimaksud.

“Melalui inovasi Kejar Timbang di desa-desa yang menjadi lokus, ini bisa dilakukan. Saya kira tidak ada ruginya. Sekaligus Ini juga sebagai investasi sosial dari pak desa dan ibu-ibu PKK,” kata Indah saat menjadi Narasumber pada Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2022 tentang Kewenangan Desa dan Kelurahan dalam Percepatan Penurunan Stunting.

Kejar timbang ini, kata dia, dapat dilakukan serentak di seluruh desa yang telah ditetapkan sebagai lokus stunting. “Kejar timbang ini adalah bagian dari inovasi juga. Untuk itu, gerakannya harus serentak kejar timbang, karena kita masih berutang 40% bayi yang belum ditimbang. Tolong para Camat, pak desa, dan PKK, tolong inovasi ini segera digerakkan,” tandasnya. (LH)

Penulis : LH

 Komentar

Berita Terbaru
Metro29 Agustus 2026 15:16
BBNKB dan PBBKB Tak Naik, Prof Marsuki: Pilihan Rasional Jaga Daya Beli Masyarakat
MAKASSAR — Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mempertahankan tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Bahan...
Daerah29 Agustus 2026 14:20
Tak Punya Latar Belakang Kuliner, Halim Bangun Kapurung Al Fazza dan Buka Lapangan Kerja di Sidrap
SIDRAP, Trotoar.idTrotoar.id — Tidak memiliki pengalaman memasak maupun latar belakang bisnis bukan alasan bagi Halim untuk mengurungkan niat menjad...
Metro29 Agustus 2026 12:23
Gubernur Andi Sudirman Kick Off Piala Gubernur Sulsel 2026, Rp500 Juta Diperebutkan
PAREPARE, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman resmi membuka Piala Gubernur Sulsel 2026 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kot...
Daerah28 Agustus 2026 22:23
KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap
SIDRAP, Trotoar.id — Sebuah produk kuliner tak pernah benar-benar lahir dari satu tangan. Di balik seporsi kue yang sampai ke meja pelanggan, ada pe...