Trotoar.id, Sinjai, – Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong Menghadiri wisuda 160 tahfidz, Rumah Tahfidz Al-Furqan Ke-IV (4) yang bertemakan “Berkah Al-Qur’an untuk Negeri”, Minggu (15/01/2022).
Wisuda santri yang bertempat di Gedung Pertemuan Sinjai ini, sesuai keterangan Ketua Panitia, Agustion menyampaikan, ada 160 santri yang menjalani wisuda tahfidz.
“Tahun ini (2023-read) ada peningkatan santri yang diwisuda, tahun lalu (2022-read) kita mewisuda 148 santri. Yang diwisuda tahun ini berjumlah 160 orang santri, yang memiliki hafalan 1 juz, hingga 5 juz terakhir,” ujarnya.
Baca Juga :
Sebelum diwisuda sambung Agustion, para santri telah melewati serangkaian ujian, mulai dari ujian hafalan Al-Qur’an, dan beberapa ujian tambahan seperti praktek wudhu, bacaan dan praktek salat, serta hafalan doa harian.
Sementara, Wakil Bupati Sinjai Hj. Andi Kartini Ottong menyampaikan rasa bangga kepada para santri yang menjalani wisuda. Menurutnya, ini adalah pencapaian yang membanggakan, sebab telah mampu menghafal Al-Qur’an di usia dini.
“Para orangtua harus berbangga anaknya sudah menjadi para penghafal Al-Qur’an. Selaku pemerintah daerah, kami sangat bersyukur karena mereka-mereka ini dari kecil sudah tertanam nilai-nilai Al-Qur’an,” ucapnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi Rumah Tahfidz Al-Furqan Bongki yang terus mencetak generasi berakhlak qur’ani, dimana program tersebut sejalan dengan visi misi Pemkab Sinjai untuk menciptakan generasi yang religius.
Wabup berharap melalui momentum wisuda ini, agar para orangtua termotivasi untuk terus memperbaiki bacaan Al-Qur’an-nya.
“Jangan malu belajar sama anak-anak kita. Model pembelajaran Al-Qur’an yang kita dapatkan dari orangtua kita dahulu sangat berbeda dari sekarang. Maka dari itu, ayo kita terus belajar agar bisa lebih dekat dengan Al-Qur’an,” pintanya.
Sebelumnya, wisuda tahfidz yang digelar Rumah Tahfidz Al-Furqan Bongki ini, didahului dengan kegiatan Tabligh Akbar pada Sabtu (14/01) kemarin.
Pada kegiatan wisuda hari ini, menghadirkan Hafidz Indonesia RCTI, Muhammad Naja Hudia Afifurrahman. Ia adalah seorang penghafal Al-Qur’an 30 juz yang menderita lumpuh otak.
Kehadirannya di Kabupaten Sinjai mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah dan para orangtua santri yang menjalani wisuda tahfidz.



Komentar