Oleh Andre Prasetyo Tanta
Trotoar.id, Makassar –Chinese New Year atau tahun baru imlek merupakan sebuah adat budaya yang di jalankan oleh seluruh etnis tionghoa tanpa memandang sebuah kepercayaan (agama).
Tahun baru Imlek merupakan sebuah budaya yang mana merayakan memasuki musim panen yang pada dulu kala selalu di rayakan oleh para leluhur kita.
Maka dari itu Imlek bukanlah merupakan hari raya salah satu agama atau kepercayaan, tetapi merupakan adat budaya dari etnis tionghoa pada keseluruhan.
Tahun baru imlek dikenal dengan acara silahturahmi atau ramah tamah yang mana kita berkumpul bersama dengan keluarga yang pada awal nya di rayakan pada saat makan malam sebelum memasuki tahun baru imlek.
“Ini merupakan budaya yang mana pada hari imlek itu merupakan hari seluruh keluarga, kerabat, dan sahabat yang sudah lama tak bertemu akhirnya berkumpul di satu tempat untuk dapat kembali bersilahturahmi.”
Maka dari itu makna dari imlek sesungguhnya adalah bagaimana kita bisa bersilaturahmi berbagi kesenangan dgn seluruh element keluarga dan juga kerabat.
Tentu menyambut tahun baru imlek merupakan sebuah kesenangan yang mana kita berharap dengan tahun yang baru tentu kita semua selalu diberikan kesehatan, kesejahteraan dan rejeki yang melimpah untuk seluruh keluarga, sahabat dan tentunya untuk masyarakat Makassar khususnya dan Indonesia pada luasnya.
“Saya bersama dengan keluarga selalu merayakan imlek diawali dengan bersih-bersih rumah, lalu kami mengunjungi klenteng-klenteng yang ada di kota Makassar, untuk mengucap syukur atas pemberian yang telah diberikan selama 1 tahun ini dan berdoa agar di tahun yang baru kita selalu diberkati,” Jelasnya
dilindungi dan berharap tahun yang baru akan jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Setelah itu kita mengadakan makan malam bersama dengan seluruh keluarga-keluarga dekat, dan pada puncak nya di hari tahun baru imlek kita bersilaturahmi dengan seluruh keluarga-keluarga sahabat dan kerabat yang merayakan.




Komentar