Pemprov Sulsel

Produksi Bawang Merah Berkurang Karena El Nino, Pemprov Sulsel Bakal Bantu Sumur Bor untuk Petani Enrekang

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Rabu, 08 November 2023 12:39

Produksi Bawang Merah Berkurang Karena El Nino, Pemprov Sulsel Bakal Bantu Sumur Bor untuk Petani Enrekang

Trotoar.id, Enrekang – Fenomena El Nino yang mengakibatkan kemarau berkepanjangan, turut memengaruhi produksi bawang merah di Enrekang.

Meski demikian, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin bersama para petani, masih bisa melakukan panen raya bawang merah di Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.

Diketahui, Kecamatan Anggeraja memang dikenal sebagai penghasil bawang merah. Saat ini, harga komoditi ini tidak menentu.

“Kawasan Anggeraja ini adalah penghasil bawang merah. Dan bawang merah ini merupakan salah satu komoditi unggulan kita di Sulsel,” kata Bahtiar, di sela panen raya bawang merah, Selasa, 7 November 2023.

Ia mengatakan, kehadirannya saat dilakukan panen bawang, untuk memberikan motivasi kepada para petani di Kabupaten Enrekang. Apalagi, dengan kondisi El Nino, produksi bawang merah agak berkurang.

Baca Juga  Presiden Jokowi Tinjau Program Pompanisasi di Desa Layoa, Bantaeng

“Saya diskusi tadi dengan petani, per kg yang ditanam dia harus mengeluarkan biaya Rp13.000. Jadi kalau kecil bawangnya, maka kecil pendapatannya. Salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan, airnya harus tercukupi,” ujarnya.

Apalagi, saat ini harga bawang merah mencapai Rp17.000 per kg nya. Masih ada selisih, meskipun kecil.

“Khusus untuk di sini masyarakat membutuhkan sumur bor, ini memang hanya bagian yang harus kami diskusikan dengan teman-teman di provinsi,” katanya.

Menurut dia, Enrekang hanya dapat tiga, dari 65 sumur bor yang dikerjasamakan dengan TNI. Ini tentu tidak cukup. Sementara, kebutuhan banyak sekali.

Baca Juga  BPK - Inspektorat Daerah Akan Kawal Program PEN Akibat Pandemi Covid-19 di Sulsel

“Semoga di tahun 2024, kita bisa adakan (sumur bor) di kawasan ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, lahan pertanian di Kabupaten Enrekang saat ini 15 ribu hektare. Ada 500 hektare diantaranya yang bisa digunakan untuk budidaya pisang cavendish.

“Ini sedang kami diskusikan dengan Pak Bupati dan Kadis Pertanian. Supaya tidak pakai lama dan masyarakat ada komoditi alternatif. Cabai tetap lanjut, tomat, sayur-sayuran, dan komoditi andalan bawang merah tetap dilanjutkan. Khusus pisang cavendish, kita pastikan semua mulai dari harga, baik pembeli lokal maupun mancanegara,” jelasnya.

Baca Juga  Tangan Dingin Andi Sudirman Sulaiman Kembalikan WTP di Sulsel 

Sementara itu, Kelompok Mitra Champion Bawang Merah, Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja, Kasmidi, menjelaskan, saat ini para petani masih bergantung dengan air dari sungai yang ditarik mengunakan mesin.

Disisi lain kebutuhan air untuk bawang merah sangat banyak. Untuk saat ini para petani hanya bisa memenuhi air tiga hari sekali siram. Padahal, biasanya setiap hari.

“Kalau cuaca mendukung dengan bibit 500 kg bisa menghasilkan sampai 7 ton. Kalau kondisi sekarang karena El Nino hasilnya kurang. Dari 500 kg paling nanti hasilnya 4 ton saja,” ungkap Kasmidi. (*)

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...
Daerah01 November 2026 13:49
Tinjau Jalan Rusak di Kampale, Syaharuddin Alrif Realisasikan Perbaikan dan Salurkan Bantuan Bedah Rumah
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau pekerjaan perbaikan jalan di Desa Kampale, Kecama...
Metro01 November 2026 11:30
Sambut HUT ke-419 Makassar, Appi Luncurkan Sunday Market sebagai Panggung Baru UMKM
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus mencari ruang baru untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui peluncuran Mak...