Kejaksaan

Kejati Sulsel Terapkan Keadilan Restoratif, Dua Perkara Di-Expos Online

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 30 Januari 2024 20:03

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menerima dua permohonan penghentian penuntutan melalui mekanisme Keadilan Restoratif (RJ). Kejari Pangkep mengajukan perkara penganiayaan, sedangkan Kejari Maros mengajukan perkara perbuatan tidak menyenangkan.
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menerima dua permohonan penghentian penuntutan melalui mekanisme Keadilan Restoratif (RJ). Kejari Pangkep mengajukan perkara penganiayaan, sedangkan Kejari Maros mengajukan perkara perbuatan tidak menyenangkan.

Trotoar.id, Makassar – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menerima dua permohonan penghentian penuntutan melalui mekanisme Keadilan Restoratif (RJ). Kejari Pangkep mengajukan perkara penganiayaan, sedangkan Kejari Maros mengajukan perkara perbuatan tidak menyenangkan.

Proses ekspose perkara secara virtual dihadiri oleh Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda, Nanang Ibrahim Sholeh, Kepala Kejati Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Wakil Kepala Kejati Sulsel, Zet Tadung Allo, dan Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Sulsel, Zuhandi.

Baca Juga  2022 Bandara Selayar Rencana Dikembangkan Runway Jadi 2.400 Meter

Kejari Pangkep mengajukan perkara penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka HDS (72 tahun) terhadap korban HH (68 tahun). Alasan penghentian penuntutan melalui RJ karena tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, bukan residivis.

Tersangka diancam pidana di bawah lima tahun, kondisinya sudah pulih, dan telah terjadi perdamaian antara terdakwa dan korban.

Baca Juga  Kejati Sulsel Dalami Peran DPRD, Dugaan Keterlibatan Legislator di Kasus Bibit Nanas

Sementara Kejari Maros mengajukan perkara perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan tersangka S (49 tahun) terhadap korban AAR. Alasan serupa, yaitu tersangka baru pertama kali berbuat tindak pidana.

Tersangka diancam pidana di bawah lima tahun, saksi korban telah memaafkan, dan perdamaian kedua belah pihak telah tercapai.

Baca Juga  How to get A Good Matrimony Dating Web page That Suits Your Needs

Kepala Kejati Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, memberikan pesan edukatif untuk saling memaafkan. “Keadilan restoratif merupakan penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan,” ungkapnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah08 November 2026 17:47
HKN ke-62, Pemkab Barru Perkuat Komitmen Pemerataan Layanan Kesehatan
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan komitmennya memperkuat kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan ma...
Metro08 November 2026 17:44
HUT ke-419 Makassar, Appi-Aliyah Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Festival Pangan dan Pasar Murah
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota ...
Metro08 November 2026 12:41
HUT ke-419 Makassar Digelar Sederhana, Pemkot Kedepankan Khidmat dan Aksi Sosial
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar memilih mengemas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar secara sederhana. Namun, kon...
Metro08 November 2026 11:52
Libatkan 25 NGO, DP3A Makassar Kampanyekan Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Upaya melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak bisa...