Pemprov Sulsel

Peningkatan Ekonomi Desa: Pj Gubernur Sulsel Dorong Petani dan Peternak di Bone Manfaatkan KUR

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 06 Februari 2024 12:03

Peningkatan Ekonomi Desa: Pj Gubernur Sulsel Dorong Petani dan Peternak di Bone Manfaatkan KUR

Trotoar.id, Bone – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengunjungi beberapa desa di Kabupaten Bone pada Senin, 5 Februari 2024. 

Desa Gona, Desa Cenrana, dan Desa Matajang menjadi tempat Bahtiar menyampaikan pesannya kepada petani dan peternak.

Bahtiar mengajak masyarakat desa untuk memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan pemerintah. 

Ia menekankan bahwa KUR dapat menjadi modal mudah dan terjangkau untuk mengembangkan usaha pertanian dan peternakan. 

Baca Juga  Bupati Bulukumba paparkan Strategi Pengendalian Inflasi di forum TPID Sulsel

Fasilitas ini dapat diakses dengan cepat melalui beberapa bank, termasuk Bank Sulselbar, Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BSI.

“KUR ini mudah diakses tanpa agunan, dengan bunga hanya 6 persen dan pembayaran dilakukan setahun setelah hasil pertanian dan peternakan,” ungkap Bahtiar.

Muh Anas, Kepala Bank Sulselbar Bone, turut mendukung upaya ini dengan menjelaskan bahwa Bank Sulselbar telah menyediakan lebih dari Rp1 triliun untuk KUR bagi masyarakat Sulsel, termasuk Kabupaten Bone. 

Baca Juga  Jadi Caleg Incumbent, Melani Mulai Diserang Negatif Incumbent

Ia menekankan bahwa kini pengajuan KUR menjadi lebih mudah tanpa perlu jaminan apapun, dengan plafon mencapai Rp100 juta untuk sektor pertanian dan peternakan.

Di tengah kunjungannya, Bahtiar mendengarkan kesaksian dari Lukman, Ketua Kelompok Tani Melati, Desa Gona. 

Baca Juga  Gubernur Sulsel Dampingi Titiek Soeharto Tinjau BPPMHKP Makassar

Lukman menyampaikan bahwa tanaman cabai rawit dan tomat memberikan hasil yang menguntungkan dibandingkan dengan tanaman padi. 

Hal ini menjadi motivasi bagi petani di Desa Gona untuk terus mengembangkan kedua jenis tanaman tersebut.

“Pertumbuhan hasil cabai lebih menguntungkan, dengan harga jual Rp20.000 per kilogram, sedangkan tomat Rp10.000 per kilogram. Kami terus mengembangkan tanaman ini dan panen setiap tiga hari,” jelas Lukman. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...
Daerah01 November 2026 13:49
Tinjau Jalan Rusak di Kampale, Syaharuddin Alrif Realisasikan Perbaikan dan Salurkan Bantuan Bedah Rumah
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau pekerjaan perbaikan jalan di Desa Kampale, Kecama...
Metro01 November 2026 11:30
Sambut HUT ke-419 Makassar, Appi Luncurkan Sunday Market sebagai Panggung Baru UMKM
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus mencari ruang baru untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui peluncuran Mak...