Pemprov Sulsel

Mengenang Perjuangan dan Warisan Inspiratif Puang Ramma: Pj Gubernur Bahtiar Hadiri Haul Ke-18

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Senin, 12 Februari 2024 12:50

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, menghadiri peringatan Dzikir dan Doa Mengenang 18 Tahun Wafatnya Kiyai Haji Syekh Sayyid Djamaluddin Assegaf Puang Ramma. Acara ini digelar di Aula Arafah Asrama Haji Kota Makassar pada Minggu, 11 Februari 2024.
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, menghadiri peringatan Dzikir dan Doa Mengenang 18 Tahun Wafatnya Kiyai Haji Syekh Sayyid Djamaluddin Assegaf Puang Ramma. Acara ini digelar di Aula Arafah Asrama Haji Kota Makassar pada Minggu, 11 Februari 2024.

Trotoar.id, Makassar – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, menghadiri peringatan Dzikir dan Doa Mengenang 18 Tahun Wafatnya Kiyai Haji Syekh Sayyid Djamaluddin Assegaf Puang Ramma. Acara ini digelar di Aula Arafah Asrama Haji Kota Makassar pada Minggu, 11 Februari 2024.

Puang Ramma, yang dikenal sebagai ulama, pejuang, dan politisi, merupakan pendiri NU Sulsel serta tokoh penting dalam dakwah Islam di Sulawesi Selatan.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendengarkan pemaparan perjalanan dakwah dan pembacaan wasiat, serta pemaparan manaqib oleh Syekh Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka. Hadir sekitar 2.000 muridnya.

“Dalam momen haul ini, kita dapat melihat contoh keteladanan yang luar biasa dari sosok Kiyai Haji Syekh Sayyid Djamaluddin Assegaf. Beliau adalah seorang tokoh agama yang memiliki pengaruh besar dalam masyarakat dan telah memberikan inspirasi bagi banyak orang,” kata Bahtiar.

Ketua Umum Jam’iyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassari, Anwar Abubakar, juga menyampaikan bahwa jamaah Tarekat Khalwatiyah semakin bertambah. Tongkat kemursyidan dilanjutkan oleh Puang Makka, dan saat ini jamaah Khalwatiyah mencapai angka 40.000-an pengikut yang tersebar di berbagai wilayah di Nusantara.

Puang Ramma adalah tokoh kharismatik dan ulama sufi yang berperan dalam empat zaman, memengaruhi aktivitas keagamaan masyarakat di Sulawesi Selatan sejak masa Jepang, Belanda, Orde Lama, hingga Orde Baru.

Kapolda Sulsel, Andi Rian Ryacudu Djajadi, menyatakan bahwa Polda Sulsel ingin bersinergi dengan baik dengan seluruh jamaah Khalwatiyah dalam rangka mewujudkan Kamtibmas.

“Puang Ramma selalu menjadi contoh kepada semua pihak untuk selalu menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, keutuhan, kebersamaan, dan kemaslahatan di tengah-tengah masyarakat. Itulah bahwa beliau adalah yang kita teladani,” tandasnya.

Peringatan haul ini juga diwarnai dengan pesan dari putri Puang Ramma, Syarifah Wahidah Assegaf, yang mengambil sifat air sebagai contoh, yang selalu melihat ke bawah dan menyejukkan.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah26 Mei 2026 00:38
Bulukumba Berkurban 1.936 Ekor, Sapi Bantuan Presiden Tembus 914 Kg
BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Total sebanyak 1.93...
Daerah26 Mei 2026 00:32
Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa
BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bulukumb...
Politik25 Mei 2026 23:50
Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026...
Politik25 Mei 2026 22:56
Tebar 45 Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 untuk be...