Pemkot Makassar

Pj Gubernur Sulsel Puji Langkah Wali Kota Makassar dalam Mengendalikan Inflasi Pasca Pemilu

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 15 Februari 2024 15:59

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, memberikan apresiasi kepada Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, atas langkah-langkah efektifnya dalam mengendalikan angka inflasi di Kota Makassar pasca Pemilu.
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, memberikan apresiasi kepada Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, atas langkah-langkah efektifnya dalam mengendalikan angka inflasi di Kota Makassar pasca Pemilu.

trotoar.id, Makassar – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, memberikan apresiasi kepada Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, atas langkah-langkah efektifnya dalam mengendalikan angka inflasi di Kota Makassar pasca Pemilu.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut telah berhasil menjaga inflasi Kota Makassar di bawah angka nasional dan provinsi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2024, inflasi Kota Makassar mencapai 2,11% year to year (yoy), lebih rendah dari angka inflasi Sulawesi Selatan sebesar 2,38%, dan angka inflasi nasional sebesar 2,57%.

“Kita harus menjaga hal ini. Inflasi Kota Makassar lebih rendah dari angka nasional, oleh karena itu kita harus terus memantau harga-harga hari ini,” ujar Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin.

Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin menekankan pentingnya langkah-langkah pemerintah daerah, terutama Kota Makassar, dalam upaya mengendalikan inflasi.

“Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, terutama Kota Makassar, dalam mengelola inflasi. Kita perlu memastikan bahwa seluruh pergerakan harga dapat dikelola dengan baik agar tidak berdampak pada inflasi,” tambahnya.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin bersama Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, melakukan peninjauan harga komoditi pangan di Pasar Terong.

Dalam tinjauan tersebut, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyampaikan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga beras, namun stok beras dari Bulog untuk wilayah Sulsel, termasuk Kota Makassar, masih aman hingga Juli 2024.

“Kenaikan harga beras ini disebabkan oleh momentum libur panjang dan pelaksanaan Pemilu 2024 yang mengganggu distribusi. Namun, stok beras dari Bulog cukup hingga Juli 2024, sehingga masalah ini dapat diatasi,” jelasnya.

Danny Pomanto juga menekankan pentingnya menjaga stok dan distribusi beras agar dapat tersalurkan dengan baik di pasaran ke depannya.

“Stok harus dijaga dengan baik dan distribusi juga harus dijaga dengan baik. Itu kuncinya, karena tidak ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi,” tutupnya.

Dalam peninjauan tersebut, Danny Pomanto didampingi oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Makassar, Alamsyah Sahabuddin, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Muhammad Rheza.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga11 Juni 2026 23:54
Piala Dunia 2026: Format Terbesar Sepanjang Sejarah, Jadwal Padat dan Taruhan Global
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi merilis jadwal lengkap Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung selama lebih dari satu b...
Metro11 Juni 2026 23:35
Pemkot Makassar Perkuat UMKM Lewat KUR, PKL Hasil Penataan Kota Difasilitasi Akses Modal
MAKASSAR, Trotoar.id — Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diperkuat melalui per...
Internasional11 Juni 2026 23:24
Pembukaan Piala Dunia 2026: Megah, Sarat Pesan, dan Penuh Taruhan Global
MEXICO, Trotoar.id – Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan seremoni pembukaan yang bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan panggung unjuk kekua...
Daerah11 Juni 2026 23:04
Bupati Sidrap Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026 atas Kinerja Ketahanan Pangan
JAKARTA, TROTOAR ID — Prestasi di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, melalui penghargaan...