Trotoar.id, Luwu Utara — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Luwu Utara telah memulai tahap sosialisasi kepada para Verifikator Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah (PD) untuk tahun 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada verifikator terkait dengan cara meletakkan anggaran per program dan kegiatan guna optimalisasi realisasi target yang telah ditetapkan.
Dalam keterangan resminya, Kepala Bapperida Luwu Utara, Drs. H. Aspar, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian penting dari persiapan mereka dalam melaksanakan tugasnya.
“Kami memberikan pembekalan kepada verifikator agar mereka dapat memahami secara seksama indikator kinerja PD, termasuk output, outcome, dan sasaran yang harus terintegrasi dengan Renstra PD dan RPJMD Kabupaten Luwu Utara 2021-2026, terutama pada tahun 2025,” ungkap Aspar.
Lebih lanjut, Aspar menjelaskan bahwa selain fokus pada pemahaman akan indikator kinerja, pembekalan juga mencakup teknis meletakkan anggaran per program dan kegiatan.
“Kami merancang sistem proses penentuan pendapatan dan penerapan Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPD) agar penggunaan anggaran per-PD dapat lebih efektif dan efisien, sehingga pencapaian kinerja dapat lebih optimal,” tambahnya.
Aspar juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan maraton terkait proses penentuan asumsi pendapatan dan belanja Ranwal RKPD 2025, yang akan menjadi dasar penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) serta Rencana Kerja Anggaran (RKA) Perangkat Daerah.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para verifikator Renja PD dapat lebih siap dan terampil dalam mengevaluasi serta memastikan penggunaan anggaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan di Kabupaten Luwu Utara.




Komentar