Trotoar.id, Luwu Utara – Delapan siswa terpilih dari Rongkong tengah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pilot Paralayang. Diklat ini berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 21 Februari hingga 7 Maret 2024 di Taman Wisata Nase Desa Limbong, Rongkong.
Abdul Hamid, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Luwu Utara, menyampaikan bahwa Diklat Paralayang ini merupakan hasil eksplorasi dan studi kelayakan potensi olahraga dan wisata paralayang di tahun sebelumnya.
Kehadiran Asosiasi Paralayang Indonesia dan KONI Lutra mengukuhkan Rongkong sebagai potensi pengembangan wisata paralayang.
“Diklat ini sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Kami berharap Diklat Paralayang ini dapat menciptakan pilot paralayang yang profesional dan aktif dalam pengembangan wisata paralayang di Rongkong,” ujar Abdul Hamid.
Delapan siswa terpilih akan mendapatkan pelatihan langsung dari Ketua Asosiasi Paralayang Indonesia, Asgaf Umar, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Asgaf Umar menyatakan kagum dengan potensi paralayang di Rongkong dan berharap para siswa dapat memanfaatkan Diklat Paralayang ini sebaik mungkin.
Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Luwu Utara, Bulan Masagena, menambahkan bahwa tujuan dari diklat ini adalah untuk meningkatkan SDM yang mampu mengelola wisata paralayang secara profesional dan berkelanjutan.
“Ini juga sebagai daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Luwu Utara, yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Bulan.
Diklat Paralayang ini merupakan salah satu strategi Pemerintah Daerah dalam mendukung sport tourism di Luwu Utara, khususnya dalam pengembangan wisata paralayang.




Komentar