Trotoar.id, Palopo – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, mengunjungi Kabupaten Luwu untuk meninjau penanganan bencana longsor yang terjadi di Bastem.
Selain itu, ia juga menyempatkan diri untuk memberikan dukungan moral dan santunan kepada korban yang sedang dirawat di Rumah Sakit Medika Kota Palopo pada Kamis, 29 Februari 2024.
Dalam kunjungannya, Pj Gubernur Bahtiar menyerahkan santunan sebesar Rp5 juta kepada korban yang dirawat dan Rp15 juta kepada ahli waris korban yang meninggal dunia.
Baca Juga :
Kedatangan Pj Gubernur Sulsel disambut hangat oleh para korban dan keluarganya, yang merasa terharu dan bersemangat.
Ririn, salah satu korban yang sedang dirawat, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan Bahtiar Baharuddin. “Saya habis operasi, terima kasih atas kedatangan Bapak Gubernur, ini menjadikan kami semangat,” ucapnya.
Nirwana, korban selamat lainnya, juga mengucapkan rasa syukurnya atas kondisi yang membaik. “Saat kejadian mau pergi bertugas, Alhamdulillah kondisi sekarang sudah agak baikan,” tambahnya.
Selvina, kerabat dari salah satu korban yang meninggal dunia, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel mencatat bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat longsor mencapai lima orang, sedangkan korban luka yang dirawat di rumah sakit sebanyak delapan orang. Korban selamat berjumlah sebelas orang.
Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menyampaikan rasa duka cita kepada masyarakat Sulawesi Selatan. Ia juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, baik dari pemerintah daerah, Basarnas, pihak swasta, maupun masyarakat.
Selain itu, Bahtiar Baharuddin juga mengapresiasi manajemen dan direksi Rumah Sakit At-Medika Palopo yang membebaskan biaya penanganan kepada korban.
“Seluruh pasien yang dirawat di sini tidak dikenakan biaya satu sen pun. Jadi santunan dari pemerintah provinsi bukan digunakan untuk biaya rumah sakit,” jelasnya.
Akses jalan di lokasi longsor juga sudah dapat dilalui. Bahtiar Baharuddin berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.




Komentar