Pemkot Makassar

Kolam Regulasi Nipa-Nipa Jadi Sorotan pada Pelatihan CRIC di Makassar

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 07 Maret 2024 22:10

Kolam Regulasi Nipa-Nipa Kota Makassar menjadi perhatian utama pada hari kedua pelatihan tematik Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) yang membahas strategi ketahanan
Kolam Regulasi Nipa-Nipa Kota Makassar menjadi perhatian utama pada hari kedua pelatihan tematik Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) yang membahas strategi ketahanan

Trotoar.id, Makassar – Kolam Regulasi Nipa-Nipa Kota Makassar menjadi perhatian utama pada hari kedua pelatihan tematik Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) yang membahas strategi ketahanan perkotaan dan manajemen risiko bencana.

Acara yang diinisiasi oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) digelar di Hotel Novotel dari tanggal 5 hingga 7 Maret 2024.

Dalam kegiatan bertajuk ‘Building City Resilience through Triangular Cooperation’, CRIC menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan di Asia Tenggara, Eropa, dan Asia Selatan dalam menciptakan kota-kota yang inklusif dan tahan iklim.

Pada hari kedua pelatihan, sorotan utama terfokus pada Kolam Regulasi Nipa-Nipa di Kota Makassar. Dr. Suryadarma Hasyim, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, menjelaskan metode pengendalian banjir di kolam ini.

“Kolam Regulasi Nipa-Nipa akan menyimpan air sementara selama terjadi puncak banjir melalui pelimpah (spillway) dan kemudian mengalirkannya kembali ke hilir Sungai Tallo melalui pintu pengatur (metode gravitasi) dan pompa,” ungkapnya.

Dukungan terhadap pendekatan ini datang dari Profesor Yossef Diab, seorang pakar dari University of Gustav Eiffel, yang menyoroti pentingnya infrastruktur seperti kolam regulasi dalam penanggulangan bencana banjir.

Pemateri lainnya, Ignasi Fontanals dari University of Gustav Eiffel, membahas tentang metode pendekatan holistik-ekologis sebagai alternatif penanggulangan bencana.

Sementara Pascaline Gaborit, perwakilan dari Pilot4Dev, membahas persiapan dalam menghadapi bencana serta analisis kerentanan tata kelola kota.

Acara pelatihan ini dihadiri oleh 100 peserta dari 10 kota pilot CRIC di Indonesia, termasuk Bandar Lampung, Cirebon, Samarinda, dan lainnya, serta dijadikan tuan rumah oleh Kota Makassar.

Pelatihan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk bertukar pengalaman, belajar dari ahli, dan memperkuat kolaborasi antar kota dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan bencana alam.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya ketahanan perkotaan serta meningkatkan komitmen mereka dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan bencana alam yang semakin kompleks.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Metro05 September 2026 15:27
Usaha Sambil Doa, Pemkot Makassar Kerahkan Tangki Air, SPAM hingga Salat Istisqa Minta Hujan
MAKASSAR, Trotoar.id— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memilih menempuh dua jalur sekaligus menghadapi kemarau panjang dan krisis air bersih: berge...
Metro05 September 2026 15:18
Wabup Nurkanaah Serahkan Santunan untuk Dua Keluarga Korban Kebakaran di Teteaji
SIDRAP, Trotoar.id — Musibah kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidr...
Daerah05 September 2026 15:15
BISA ORASI ke-2 Bahas Strategi Mengubah Potensi Sidrap Jadi Kekuatan Ekonomi
SIDRAP, Trotoar.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memiliki beragam potensi sumber daya manusia dan ekonomi. Namun, potensi tersebut belum cu...
Daerah05 September 2026 15:12
PIK-R ORYZASATIVA SNAKMA, Ruang Aman Remaja untuk Berbagi Cerita dan Menata Masa Depan
SIDRAP, Trotoar.id — Tidak semua cerita remaja mudah disampaikan. Ada persoalan yang hanya bisa dibicarakan ketika mereka merasa aman, didengar, dan...