Trotoar.id, Makassar — Dalam hasil Pemilu tahun 2024, empat dari tujuh belas pimpinan partai politik di Sulawesi Selatan dipastikan berhasil meraih kursi di Senayan.
Keberhasilan ini menandai kontribusi yang signifikan dari partai-partai tersebut dalam mewakili aspirasi masyarakat Sulsel di tingkat nasional.
Para pemimpin partai yang berhasil lolos ke Senayan ini akan memainkan peran penting dalam pembentukan kebijakan di tingkat nasional, serta menjadi suara bagi kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan di arena politik nasional.
Baca Juga :
Keberhasilan ini juga menunjukkan kekuatan politik dan popularitas yang dimiliki oleh empat pimpinan partai politik tersebut di Sulawesi Selatan, serta dukungan yang diberikan oleh masyarakat terhadap visi dan misi yang mereka usung.
Empat pimpinan partai yang dipastikan lolos ke senayan diantaranya Rusdi Masse (Nasdem) Andi Iwan Darmawan Aras (Gerindra) Ashabul Kahfi (PAN) dan Andi Ridwan Wittiri (PDIP)
Keempat pimpjnan partai politik tersebut berhasil jerih duk7ngan suara yang cukup signifikan hingga mereka berhak mendapatkan jatah kursi yang diperebutkan di tiga daerah pemilihan yang ada di Sulsle.
Dengan keberhasilan meraih kursi di Senayan, para pimpinan partai politik tingkat provinsi, diharapkan dapat mengemban amanah dengan baik, serta menjalankan tugasnya sebagai perwakilan rakyat dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
Keberhasilan empat pimpinan partai politik Sulsel ini juga menjadi motivasi bagi partai politik lainnya untuk terus berjuang dan mengembangkan potensi politiknya guna meraih kesuksesan yang serupa di masa depan.
Sementara diketahui da 13 pimpinan partai politik yang maju sebagai. calon legislatif diantaranya Golkar, PKB, Demokrat, PPP, PKS, PSI, Hanura, Perindo, Ummat, Gelora, Buruh, PBB dan partai pendatang baru lainnya dipastikan harus menahan ambisinya untuk menjadi wakil rakyat baik di pusat dan tingkat provinsi
pengamat
oligik dari universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Firdaus Muhamma menilai jika posisi ketua partai politik bukan jaminan mereka mampu menguasai infrastruktur partai bahkan mampu memperbaharui pemilih dalam menentukan pilihannya
“sebenarnya banyak faktor yang mengakibatkan pimpinan parpol berguguran di pemilu 2024, salah satunya terkait adanya kader partai yang bisa meyakinkan dan kepercayaan masyarakat ketimbang ketua partai, serta dukungan finansial yang cukup kuat, hingga menggeser dominasi ketua partai politik,” katanya
Dia menjelaskan jika posisi sebagai ketua partai politik bukan sebuah jaminan untuk dapat terpilih pada pemilu, sebab mengelola partai politik berbeda dengan mengelola simpati masyarakat untuk dapat terpilih di pemilu 2024.




Komentar