Pemkot Makassar

Narasumber Pelatihan CRIC Apresiasi Lorong Wisata dan Kolam Regulasi Nipa-Nipa

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Jumat, 08 Maret 2024 15:05

Para narasumber dan peserta pelatihan tematik Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC)
Para narasumber dan peserta pelatihan tematik Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC)

Trotoar.id, Makassar — Para narasumber dan peserta pelatihan tematik Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) mengungkapkan apresiasi mereka terhadap Lorong Wisata dan Kolam Regulasi Nipa-Nipa sebagai langkah penting dalam upaya mitigasi bencana di Kota Makassar.

Pada hari kedua pelatihan, para peserta mengunjungi Lorong Wisata, termasuk Dewi Sari Zurich di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea.

Mereka disambut dengan hangat oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar, Dr. Alamsyah Sahabuddin, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar, Ismawaty Nur, Camat Tamalanrea beserta stafnya, dan warga sekitar.

Lorong Wisata merupakan salah satu inisiatif dari Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, yang bertujuan untuk menjadikan Kota Makassar lebih tangguh terhadap berbagai bencana melalui partisipasi aktif masyarakat.

Pascaline Gaborit, perwakilan dari Pilot4Dev, lembaga mitra proyek CRIC, menyampaikan apresiasi terhadap konsep Lorong Wisata sebagai contoh nyata pendekatan holistik dalam mitigasi bencana.

Selain Lorong Wisata, para peserta juga mengunjungi Kolam Regulasi Nipa-Nipa yang menjadi salah satu infrastruktur penting dalam penanggulangan banjir di Kota Makassar.

Vishnu Rao dari All India Institute of Local Self-Government mengatakan bahwa struktur pembangunan Kolam Regulasi Nipa-Nipa merupakan langkah tepat dalam melindungi kota dari bencana banjir.

Dengan melibatkan lebih dari 100 peserta dari 10 kota pilot CRIC dan pelatihan intensif selama dua hari di Hotel Novotel, acara ini dianggap sebagai langkah konkret dalam membangun kota-kota yang tangguh terhadap perubahan iklim dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Para peserta menegaskan pentingnya kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menciptakan kota yang lebih aman dan berkelanjutan.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro05 September 2026 15:27
Usaha Sambil Doa, Pemkot Makassar Kerahkan Tangki Air, SPAM hingga Salat Istisqa Minta Hujan
MAKASSAR, Trotoar.id— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memilih menempuh dua jalur sekaligus menghadapi kemarau panjang dan krisis air bersih: berge...
Metro05 September 2026 15:18
Wabup Nurkanaah Serahkan Santunan untuk Dua Keluarga Korban Kebakaran di Teteaji
SIDRAP, Trotoar.id — Musibah kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidr...
Daerah05 September 2026 15:15
BISA ORASI ke-2 Bahas Strategi Mengubah Potensi Sidrap Jadi Kekuatan Ekonomi
SIDRAP, Trotoar.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memiliki beragam potensi sumber daya manusia dan ekonomi. Namun, potensi tersebut belum cu...
Daerah05 September 2026 15:12
PIK-R ORYZASATIVA SNAKMA, Ruang Aman Remaja untuk Berbagi Cerita dan Menata Masa Depan
SIDRAP, Trotoar.id — Tidak semua cerita remaja mudah disampaikan. Ada persoalan yang hanya bisa dibicarakan ketika mereka merasa aman, didengar, dan...