Trotoar.id, Makassar — Para narasumber dan peserta pelatihan tematik Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) mengungkapkan apresiasi mereka terhadap Lorong Wisata dan Kolam Regulasi Nipa-Nipa sebagai langkah penting dalam upaya mitigasi bencana di Kota Makassar.
Pada hari kedua pelatihan, para peserta mengunjungi Lorong Wisata, termasuk Dewi Sari Zurich di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea.
Mereka disambut dengan hangat oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar, Dr. Alamsyah Sahabuddin, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar, Ismawaty Nur, Camat Tamalanrea beserta stafnya, dan warga sekitar.
Baca Juga :
Lorong Wisata merupakan salah satu inisiatif dari Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, yang bertujuan untuk menjadikan Kota Makassar lebih tangguh terhadap berbagai bencana melalui partisipasi aktif masyarakat.
Pascaline Gaborit, perwakilan dari Pilot4Dev, lembaga mitra proyek CRIC, menyampaikan apresiasi terhadap konsep Lorong Wisata sebagai contoh nyata pendekatan holistik dalam mitigasi bencana.
Selain Lorong Wisata, para peserta juga mengunjungi Kolam Regulasi Nipa-Nipa yang menjadi salah satu infrastruktur penting dalam penanggulangan banjir di Kota Makassar.
Vishnu Rao dari All India Institute of Local Self-Government mengatakan bahwa struktur pembangunan Kolam Regulasi Nipa-Nipa merupakan langkah tepat dalam melindungi kota dari bencana banjir.
Dengan melibatkan lebih dari 100 peserta dari 10 kota pilot CRIC dan pelatihan intensif selama dua hari di Hotel Novotel, acara ini dianggap sebagai langkah konkret dalam membangun kota-kota yang tangguh terhadap perubahan iklim dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
Para peserta menegaskan pentingnya kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menciptakan kota yang lebih aman dan berkelanjutan.




Komentar