DPRD Sulsel

Kerusakan Terumbu Karang di Sulsel Capai 70 Persen

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 19 Maret 2024 20:15

Kerusakan Terumbu Karang di Sulsel Capai 70 Persen

Traptoar.id, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi selatan menyetujui Rancangan peraturan daerah tentang pengelolaan terumbu karang berbasis masyarakat untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan Panitia Khusus.

Persetujuan tersebut di setujui setelah tim inisiator ranperda tersebut memaparkan muatan materi dan ruang lingkup dari Ranperda yang akan di bahas selanjutnya 

Andi Januar Jauri Darwis salah satu tim Inisiator ranperda tersebut menyatakan jika saat ini tercatat 5 persen populasi terumbu karang di Sulsel dalam kondisi sehat, sementara 22 persen dana kondisi tidak  sehat dan 70 persen dalam kondisi rusak berat 

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina Hadiri Pengukuhan Pengurus Pusat IAPIM Masa Bakti 2025–2030

“Untuk terumbu karang yang di nyatakan sehat saja saat ini jauh dari harapan yakni 5 persen 22 persen kurang sehat dan 70 persen rusak,” kata Andi Januar Jaury Darwis 

Dia menjelaskan jika panjang pantai di Sulsel mencapai 1935 kilometer yang terdiri dari 19  kabupaten kota di Sulsel 

Sehingga dengan ranperda tersebut akan pernah masyarakat dalam ikut membudayakan terumbu karang sangat penting, mengingat angka terumbu karang yang sakit patah mencapai 70 persen 

Dengan demikian dampak yang akan di hadapi ekosistem alam khususnya laut akan sangat besar, khususnya bagi keanekaragaman hayati laut dan juga dapat mengganggu mata pencaharian masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut.

Baca Juga  Ketua DPRD Sulsel Terima Audiensi Delegasi Mahasiswa dan Media

“Diperlukan langkah-langkah yang konkret dan segera untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut terhadap terumbu karang di Sulawesi Selatan. Upaya perlindungan dan rehabilitasi terumbu karang harus menjadi prioritas dalam agenda perlindungan lingkungan hidup di daerah ini,” ujar Januar Jauri Darwis 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama stakeholder terkait seperti lembaga konservasi, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat lokal, diharapkan bekerja sama untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga kelestarian terumbu karang. 

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Sulsel Supriadi Arif Sambut Kedatangan KASAU di Lanud Sultan Hasanuddin

Selain itu, kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan laut juga menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini.

Kerusakan terumbu karang bukan hanya masalah lokal, tetapi juga menjadi isu global yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. 

Sulawesi Selatan, sebagai salah satu daerah dengan kekayaan hayati laut yang luar biasa, memiliki tanggung jawab besar dalaqm menjaga kelestarian ekosistem lautnya untuk generasi mendatang.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 17:23
Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Pelajar Didorong Aktif Cegah Kenakalan Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsun...
Metro31 Oktober 2026 17:18
Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel Perkuat Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak tidak boleh dibebani tuntutan akadem...
Metro31 Oktober 2026 16:34
Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism Indonesia Timur, Ajak Dokter dan Akademisi Berkolaborasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Makassar memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism...
Metro31 Oktober 2026 16:31
HUT ke-78 GPIB Immanuel, Appi Ajak Jemaat Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjaga keharmonisan dan kedamaian Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran kom...