Pemprov Sulsel

Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin: Bone Potensial Menjadi Sentra Budidaya Sukun di Indonesia

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 26 Maret 2024 23:01

Berada di tepi sungai yang mengalir deras di Desa Mattampa Walie, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, tengah asyik berbincang santai dengan warga dan pejabat desa.
Berada di tepi sungai yang mengalir deras di Desa Mattampa Walie, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, tengah asyik berbincang santai dengan warga dan pejabat desa.

Trotoar.id, Bone – Berada di tepi sungai yang mengalir deras di Desa Mattampa Walie, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, tengah asyik berbincang santai dengan warga dan pejabat desa.

Diskusi itu tidak hanya menghangatkan suasana, tetapi juga mengungkap potensi besar Bone sebagai sentra budidaya sukun di Indonesia, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dialog yang berlangsung setelah penyebaran 200 ribu benih ikan air tawar serta penyerahan bibit cabai dan timun ini turut dihadiri oleh Pj Bupati Bone dan Ketua DPRD Bone.

Bahtiar Baharuddin, dengan semangat yang menyala, mulai berbicara dengan mengapresiasi kehadiran warga dan kekayaan alam yang dimiliki oleh daerah ini. Ia menekankan keinginannya agar Bone menjadi pusat pembibitan sukun, khususnya Desa Mattampa Walie.

“Mari kita bersama-sama memanfaatkan potensi alam yang kita miliki, apakah sudah ada upaya pembibitan sukun di sini? Ini bisa menjadi sumber penghidupan yang sangat berarti bagi masyarakat,” ucap Bahtiar.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat penangkaran sukun, yang dalam bahasa Bugis dikenal sebagai ‘baka’, di daerah Samaenre, Bone.

Tempat ini dikelola oleh seorang inspirator bernama Yusuf, seorang pensiunan ASN, yang berhasil memproduksi bibit sukun bersertifikasi.

“Bibit sukun bersertifikat yang bisa dibeli dengan menggunakan APBN dan APBD hanya tersedia di Samaenre ini. Dua jenis sukun tersebut, Padaidi dan Toddopuli, merupakan yang terbaik di Indonesia,” paparnya.

Untuk pengembangan budidaya sukun di Sulsel, Pemprov Sulsel telah memprogramkan penanaman 3 juta pohon sukun.

Bahtiar Baharuddin berharap agar warga Desa Mattampa Walie dan Barakkae dapat dilibatkan dalam pembibitan sukun, dan ia meminta jajarannya untuk segera mengambil langkah-langkah selanjutnya.

“Dengan demikian, selain masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sendiri, mereka juga dapat menjual bibit sukun untuk meningkatkan pendapatan,” tegasnya. (*)

Penulis : Ardi

 Komentar

Berita Terbaru
Politik02 Mei 2026 15:45
Mubes IKA Unhas: Andi Amran Sulaiman Kantongi Dukungan 84,5 Persen
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas), Muhammad Ramli Rahim, mengung...
Politik02 Mei 2026 15:41
Mubes IKA Unhas 2026 Resmi Dibuka, Jadi Momentum Strategis Arah Organisasi Alumni
MAKASSAR, Trotoar.id — Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas) resmi digelar di Hotel Four Points, Makassar...
Parlemen02 Mei 2026 15:32
Yeni Rahman Hadiri Upacara Hardiknas Sulsel 2026, Dorong Penguatan Kurikulum dan Fasilitas Sekolah
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Yeni Rahman, menghadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (...
Metro02 Mei 2026 15:29
Kado Hardiknas 2026, Munafri–Aliyah Perkuat Insentif Guru hingga Fasilitas Sekolah
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota Makassar untuk menegaska...