PPP

Tinggalkan Ganjar-Mahfud, PPP Ingin Gabung KIM, PAN: Deklarasi Dululah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 16 April 2024 19:11

Tinggalkan Ganjar-Mahfud, PPP Ingin Gabung KIM, PAN: Deklarasi Dululah

Trotoar.id — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mardiono, memberikan isyarat bahwa partainya siap bergabung dengan koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Meskipun pada Pilpres sebelumnya PPP mendukung penuh pasangan Ganjar-Mahfud sebagai capres dan cawapres.

“Iya, kami siap bergabung dengan koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Tentu saja, untuk membangun Indonesia, kita harus bersama-sama ke depannya,” ujar Mardiono.

Mardiono juga menyentuh soal apakah PPP akan menjadi partai oposisi atau koalisi pemerintah. Keputusan akan ditentukan melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) atau Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas).

Namun, dia menegaskan bahwa PPP selama ini tidak pernah menjadi partai oposisi atau berlawanan dengan pemerintah.

Dia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi, sehingga wajar jika terdapat pilihan yang berbeda.

“Kita harus bersama-sama untuk membangun Indonesia. Kita akan lihat nanti,” kata Mardiono.

Niat PPP untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran mendapat respon dari Partai Koalisi Prabowo-Gibran. PAN meminta PPP untuk mendeklarasikan dukungan secara resmi terhadap hasil Pilpres jika ingin bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Yang berwacana mau bergabung itu banyak, itu bagus aja. Akan tetapi, pengakuan juga penting. Paling tidak untuk menjaga kohesivitas dan ketenangan di tengah masyarakat,” ujar Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay.

Saleh menyatakan bahwa partai politik bergabung ke dalam koalisi yang menjadi pemenang Pilpres merupakan hal yang lumrah di dunia politik.

Dia juga menilai bahwa langkah dan keinginan PPP untuk bergabung sangat baik untuk memperkuat persatuan dalam membangun bangsa.

Namun, Saleh menambahkan bahwa penentuan parpol dalam koalisi perlu didiskusikan dengan internal partai-partai yang telah ada di dalam aliansi.

“Perlu dikonsultasikan, dirumuskan bagaimana pola kerja sama, dan tidak lupa juga dibicarakan apa yang akan diberi dan diperoleh. Hal tersebut lumrah dalam politik,” jelasnya.

Saleh berpesan bahwa jika PPP ingin bergabung dalam koalisi pemerintah, harus siap untuk mengikuti kontrak politik yang telah ditetapkan oleh partai-partai pendukung Prabowo-Gibran.

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro29 Juni 2026 16:11
Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan, Pemkot Makassar Gandeng Kejari: Sanksi Hukum Menanti
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar mulai mengusut serius dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan, dengan mengga...
Daerah29 Juni 2026 15:36
Bupati Barru Pimpin Upacara Harganas
BARRU, TROTOAR.ID – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar...
Metro29 Juni 2026 15:34
Harganas 2026, Wali Kota Makassar Munafri Tekankan Tiga Pilar Keluarga untuk SDM Unggul
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia ...
Metro29 Juni 2026 15:28
Wali Kota Makassar Tegaskan Integritas Pengelolaan Dana BOS: Korupsi Ciptakan Kemiskinan Terstruktur
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa praktik korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga me...