
MAKASSAR, Trotoar.id — Minggu pagi di Kota Makassar terasa berbeda. Jalanan yang biasanya dipenuhi kendaraan berubah menjadi panggung terbuka untuk mengenang sejarah, merayakan kemerdekaan, sekaligus menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan.
Di tengah ribuan warga yang mengikuti Jalan Sehat Anti Mager dan Kirab Karnaval Kemerdekaan, sosok Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman tampil dengan penampilan yang tak biasa.
Mengenakan pakaian bernuansa krem yang terinspirasi dari gaya Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, Andi Sudirman tidak hanya berdiri di garis depan untuk melepas peserta.

Kirab Kemerdekaan yang dipusatkan di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (16/8/2026), menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat sehari sebelum Indonesia memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejak pagi, suasana Jalan Jenderal Sudirman dipenuhi warga dengan berbagai kostum bernuansa perjuangan.
Jajaran Forkopimda dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel ikut mengenakan pakaian yang terinspirasi dari para pahlawan nasional.
Namun penampilan Andi Sudirman menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian.

Busana bergaya Bung Karno seolah membawa kembali ingatan pada sosok yang identik dengan pidato-pidato tentang kemerdekaan dan semangat membangun bangsa.
Tetapi bagi Andi Sudirman, peringatan kemerdekaan bukan sekadar mengenakan pakaian bertema sejarah.
Kemerdekaan harus dirasakan sebagai semangat yang hidup di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kita sama-sama Jalan Sehat Anti Mager dan Kirab Kemerdekaan untuk hadir menyemarakkan kegiatan ini dalam rangka 81 tahun Indonesia Merdeka,” ujar Andi Sudirman.
Yang menarik, Andi Sudirman tidak berhenti pada seremoni pelepasan.
Ia ikut memimpin kirab dan berjalan kaki bersama masyarakat.
Sekitar tiga kilometer ditempuhnya bersama peserta Jalan Sehat Anti Mager.
Dari Jalan Jenderal Sudirman, rombongan bergerak menuju Jalan Haji Bau, Jalan Arif Rate, Jalan Kajaolalido, Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Amanagappa, kemudian kembali ke Jalan Jenderal Sudirman sebagai titik finis.
Di sepanjang rute, warga memadati sejumlah ruas jalan. Ada yang mengikuti kirab, ada pula yang berdiri di pinggir jalan menyaksikan arak-arakan peserta.
Di tengah keramaian itu, batas antara pejabat dan masyarakat seolah melebur.
Gubernur berjalan bersama warga, menyapa peserta, dan ikut menikmati suasana kemerdekaan yang dibangun bukan dalam ruang protokoler, melainkan di jalanan Kota Makassar.
Andi Sudirman melihat kegiatan tersebut sebagai cara sederhana untuk menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam kehidupan hari ini.
Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mengingat perjuangan para pahlawan. Semangat itu harus diteruskan melalui kebersamaan dan kerja nyata.
“Ini adalah bentuk bagaimana kita memaknai kemerdekaan dengan kebersamaan, menampilkan kostum para pahlawan dan pendahulu kita serta semangat untuk terus membangun Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Ribuan orang dari berbagai latar belakang berkumpul dalam satu kegiatan. Tidak ada sekat pilihan politik, pekerjaan, usia, maupun status sosial.
Semua berjalan di bawah satu simbol yang sama merah putih, dan di situlah kemerdekaan kembali menemukan maknanya.
Kostum para pahlawan yang dikenakan peserta juga menjadi cara lain untuk mendekatkan sejarah kepada masyarakat.
Sosok-sosok yang selama ini dikenal melalui buku pelajaran dan foto sejarah hadir dalam bentuk yang lebih dekat dan menghibur.
Bung Karno, pahlawan nasional, pejuang kemerdekaan, hingga tokoh-tokoh lainnya seolah “dihidupkan kembali” dalam kirab tersebut.
Namun, pesan paling penting dari perayaan itu bukanlah siapa yang mengenakan kostum paling menarik.
Melainkan bagaimana generasi hari ini memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati sekarang lahir dari perjuangan panjang.
Karena itu, semangat nasionalisme perlu terus dirawat dengan cara yang relevan dengan zaman.
Jalan sehat, kirab, kreativitas, dan kebersamaan menjadi salah satu cara pemerintah menghadirkan pesan tersebut di tengah masyarakat.
Sehari sebelum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Makassar pun berubah menjadi panggung besar kebangsaan.
Ribuan langkah kaki bergerak menyusuri jalan kota.
Dan di antara langkah-langkah itu, Andi Sudirman yang tampil ala Bung Karno seperti ingin menyampaikan pesan sederhana kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk terus diisi dengan kebersamaan, semangat bekerja, dan keberanian membangun masa depan Sulawesi Selatan.


Komentar