Trotoar.id, Makassar — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, bersama 93 wali kota dunia lainnya, berbagi pengalaman dan tantangan dalam agenda Mayor Forum World Cities Summit (WCS) 2024 di Singapura.
Acara ini mengusung tema besar “Liveable and Sustainable Cities: Rejuvenate, Reinvent and Reimagine”.
Dalam forum tersebut, Danny Pomanto, yang akrab disapa Danny, memaparkan inovasi kota Makassar melalui Program Lorong Wisata (Longwis).
Baca Juga :
Program ini berhasil mengubah lorong-lorong yang kumuh menjadi ruang tamu kota yang indah, hijau, dan produktif.
“Lorong yang tadinya kumuh menjadi ruang-ruang tamu kota yang indah, hijau, dan produktif,” ujar Danny.
Program Lorong Wisata dan Ekonomi Berbasis Masyarakat
Longwis bukan sekadar destinasi wisata baru, tetapi juga upaya Pemkot Makassar untuk memulihkan ekonomi berbasis masyarakat.
Danny menjelaskan, “Longwis merupakan sebuah multi-inovasi yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan, sehingga masyarakat diberdayakan dengan adanya kemandirian berwirausaha di lorong-lorong.”
Menuju Kota Rendah Karbon
Makassar juga tengah menjalankan program menuju low carbon city atau kota rendah karbon untuk menangani dampak perubahan iklim.
Danny menegaskan bahwa cita-cita kota rendah karbon harus dimulai dari lorong-lorong.
“Persoalan emisi karbon ini intinya ialah perilaku manusia. Semua ini terjadi (emisi karbon) karena perilaku manusia,” ujarnya.
Dengan program Public Engagement dan Protokol Sentuh Hati, lorong-lorong di Makassar diubah menjadi lorong wisata yang mendukung sirkulasi ekonomi, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan lingkungan hijau yang membantu menurunkan emisi karbon di udara.
Pentingnya Pembelajaran dari Pengalaman Kota Dunia
Danny menambahkan bahwa pengalaman dari kota-kota di dunia sangat penting sebagai bahan belajar bagi kota-kota lain yang menghadapi isu serupa.
“Oleh karena itu, WCS menjadi ajang internasional yang sangat penting bagi kota,” harapnya.
Melalui diskusi dan berbagi pengalaman di WCS 2024, diharapkan kota-kota di dunia dapat belajar dan mengadopsi praktik terbaik dalam mencapai keberlanjutan dan kenyamanan perkotaan.
:



Komentar