Trotoar.id, Makassar, — Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Diskominfo SP Sulsel kini telah menggunakan Sistem Informasi dan Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) untuk persuratan resmi.
Implementasi aplikasi ini merupakan arahan langsung dari Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Zudan Arief, yang disampaikan segera setelah beliau dilantik dan mengadakan rapat koordinasi dengan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Badan Penghubung Pemprov Sulsel di Menteng, Jakarta.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel menggunakan aplikasi Smart Office (SO) untuk keperluan persuratan.
Namun, mengikuti aturan pusat yang mengharuskan seluruh Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah (IPPD) menggunakan aplikasi Srikandi, Pemprov Sulsel pun beralih ke aplikasi ini untuk semua proses persuratan resmi.
Pj Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arief, dilantik pada 17 Mei 2024 oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menggantikan Bahtiar Baharuddin yang dipindahkan ke Sulawesi Barat.
Hanya dua hari setelah pelantikan, Prof. Zudan langsung menandatangani Surat Undangan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada 20 Mei 2024, yang ditujukan kepada seluruh Forkopimda Sulsel, menggunakan aplikasi Srikandi.
Sekretaris Diskominfo-SP Sulsel, Sultan Rakib, mengonfirmasi bahwa sejak instruksi penggunaan aplikasi Srikandi, Diskominfo SP Sulsel dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Sulsel sebagai sektor utama pengguna aplikasi ini segera berkolaborasi.
“Tidak sampai sepekan, Srikandi sudah bisa digunakan. Semua kepala OPD sudah bisa tanda tangan elektronik di Srikandi. Bahkan pekan lalu, seluruh ASN Diskominfo Sulsel sudah memiliki akun Srikandi, bukan hanya pejabat saja,” ungkap Sultan Rakib pada Minggu (9/6/2024).
Sesuai arahan Pj Gubernur, semua persuratan rutin seperti undangan resmi, telaahan staf, nota dinas, dan surat cuti kini dilakukan tanpa menggunakan kertas lagi.
“Diskominfo dan Dinas Arsip Sulsel sudah berkolaborasi melakukan bimbingan teknis penggunaan aplikasi ini, sehingga tidak ada lagi alasan OPD untuk tidak menggunakan Srikandi,” tambah Sultan.
Implementasi Srikandi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses persuratan serta mendukung program pemerintah untuk digitalisasi administrasi dan pengarsipan. (*)




Komentar