DPRD Sulsel

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Kenakan Kebaya di Hari Kebaya Nasional

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 24 Juli 2024 02:20

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel telah mengesahkan empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda), melalui Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulsel.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel telah mengesahkan empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda), melalui Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulsel.

Trotoar.id, Makassar  – Para Srikandi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan kompak mengenakan kebaya dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional.

Mereka tampak anggun dalam balutan kebaya, yang telah menjadi salah satu ikon budaya perempuan Indonesia.

Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan kebaya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas bagi perempuan Indonesia.

“Kebaya menjadi salah satu ciri khas atau identitas dari busana perempuan Indonesia dan kita bangga memiliki itu,” ungkap Andi Ina Kartika Sari, yang juga merupakan Ketua DPRD perempuan pertama di Sulawesi Selatan.

Istilah kebaya sendiri diyakini berasal dari kata serapan Arab “kaba” atau “gaba” yang berarti pakaian, yang kemudian diadaptasi ke dalam bahasa Portugis sebagai “cabaya.” 

Penggunaan kebaya di Indonesia sendiri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas perempuan di berbagai daerah, termasuk Jawa, Bali, Sumatra, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), meskipun dengan variasi corak daerah.

Selain sebagai simbol budaya, kebaya juga memiliki peran politik yang signifikan dalam sejarah Indonesia. Kebaya telah dinyatakan sebagai busana nasional, meskipun sempat ada kritik bahwa penggunaannya lebih dominan di Jawa dan Bali. 

Namun, kebaya sebenarnya juga dikenal luas di berbagai daerah lainnya di Indonesia. Tokoh-tokoh politik perempuan, seperti Kartini, seringkali digambarkan mengenakan kebaya, dan peringatan Hari Kartini pun identik dengan penggunaan pakaian tradisional ini.

Sejak masa pemerintahan Soekarno hingga Soeharto, kebaya juga menjadi pilihan busana bagi para istri Presiden Republik Indonesia, yang mengenakannya dalam berbagai kesempatan resmi. 

Hal ini semakin memperkuat status kebaya sebagai simbol kehormatan dan kebanggaan nasional.

Dengan peringatan Hari Kebaya Nasional ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya melestarikan kebaya sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah05 Juni 2026 21:03
Pemkab Luwu dan PT Masmindo Perkuat Fordes MATAPPA, Luncurkan Program Jaga Desa
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area memperkuat Forum Desa (Fordes) MATAPPA sekaligus meluncurkan Program Jaga ...
Metro05 Juni 2026 21:00
Wawali Makassar Buka Simposium Nasional IKARGI XIII dan Konferensi Internasional 2026
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, resmi membuka The 13th National Symposium of the Indonesian Association of De...
Metro05 Juni 2026 20:56
Di Forum RUU Pangan, Wali Kota Makassar Tawarkan Solusi Smart Greenhouse
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menawarkan solusi pertanian modern berbasis smart greenhouse dalam forum kunjungan ker...
Nasional05 Juni 2026 20:37
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
JAKARTA,TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Boga Group membuka peluang kerja bagi masyarakat lanjut usia melalui...