DPRD Sulsel

Komisi B DPRD Sulsel Tegaskan PT. Lonsum Tak Lagi Memiliki Legal Standing atas Lahan Adat Kajang

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 08 Agustus 2024 16:25

Komisi B DPRD Sulsel Tegaskan PT. Lonsum Tak Lagi Memiliki Legal Standing atas Lahan Adat Kajang

Trotoar.id, Makassar – Rapat Dengar Pendapat Lanjutan yang digelar oleh Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada 8 Agustus 2024 memutuskan bahwa PT. London Sumatera Indonesia Tbk (PT. Lonsum) tidak lagi memiliki legal standing untuk melakukan aktivitas di lahan Masyarakat Adat Kajang, Kabupaten Bulukumba. Keputusan ini diambil setelah pembahasan yang mendalam mengenai penguasaan lahan adat tersebut.

Rapat ini merupakan kelanjutan dari serangkaian pertemuan yang diinisiasi oleh Komisi B DPRD Sulsel, yang menangani bidang ekonomi, keuangan, dan perencanaan pembangunan.

Dalam pertemuan ini, berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan Masyarakat Adat Kajang dan pihak PT. Lonsum, memberikan pandangan dan informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Baca Juga  Jalan Poros Rappang Pinrang Bergelombang dan Berlubang, Syahar: "Keras Ombak" 

Sebagai langkah konkret, Pimpinan dan Anggota Komisi B DPRD Sulsel dijadwalkan akan melakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Bulukumba pada 14 hingga 16 Agustus 2024.

Kunjungan ini bertujuan untuk melanjutkan pembahasan penguasaan lahan dengan mengundang seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kabupaten Bulukumba, perwakilan Masyarakat Adat Kajang, dan pihak PT. Lonsum.

“Tujuan dari kunjungan kerja ini adalah untuk memastikan bahwa segala keputusan yang diambil terkait penguasaan lahan ini dapat memberikan solusi yang tepat dan adil bagi Masyarakat Adat Kajang. Kami akan mengedepankan prinsip keadilan dan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar salah satu anggota Komisi B.

Baca Juga  Hak Angket DPRD Makan Korban, PKS Copot Jaffar Sodding Dari AKD

Masalah penguasaan lahan oleh PT. Lonsum di wilayah adat Kajang telah menjadi sorotan selama beberapa waktu terakhir.

Masyarakat Adat Kajang, yang dikenal karena tradisi dan adat istiadatnya yang kuat, telah lama memperjuangkan hak atas tanah mereka yang dianggap sebagai warisan leluhur.

Baca Juga  Lokasi Proyek Bendungan Dipindahkan Sepihak, DPRD Minta Aparat Hukum Turun Tangan

Kunjungan kerja Komisi B ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam penyelesaian konflik lahan yang selama ini terjadi.

Dialog yang melibatkan berbagai pihak diharapkan akan menghasilkan keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak, terutama Masyarakat Adat Kajang yang berupaya menjaga kelestarian tanah adat mereka.

Dengan langkah ini, DPRD Sulsel menunjukkan komitmen dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat dan memastikan bahwa kegiatan perusahaan di wilayah adat dilakukan dengan dasar hukum yang jelas serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat setempat.

Penulis : Lutfu

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...