Pilgub Sulsel

Tim DIA Pertanyakan Keputusan KPU Sulsel Soal Jumlah Debat Kandidat, Tim Andalan Hati Siap Terima Apa Adanya

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 03 Oktober 2024 20:14

Tim DIA Pertanyakan Keputusan KPU Sulsel Soal Jumlah Debat Kandidat, Tim Andalan Hati Siap Terima Apa Adanya

Makassar, Trotoar.id – Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Danny Pomanto dan Azhar Arsyad (DIA), mengkritik keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang hanya menetapkan dua kali pelaksanaan debat kandidat pada Pilkada Sulsel 2024.

Juru Bicara (Jubir) pasangan nomor urut 1, Asri Tadda, menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak sejalan dengan harapan mereka.

Menurutnya, debat kandidat harusnya digelar lebih dari dua kali, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan KPU (PKPU), karena debat menjadi momen penting untuk menguji kapasitas dan visi misi kandidat.

“Kami merasa aneh, KPU Sulsel malah membatasi jumlah debat menjadi hanya dua kali. Padahal, semakin banyak debat, semakin banyak kesempatan masyarakat untuk menilai kemampuan calon gubernur,” ujar Asri Tadda kepada wartawan.

Sebaliknya, tim pemenangan pasangan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi Masse (Andalan Hati) menerima keputusan KPU tanpa masalah.

Juru Bicara mereka, Muhammad Ramli Rahim (MRR), menilai bahwa kuantitas debat bukanlah isu utama. Menurutnya, Andalan Hati siap mengikuti berapa pun jumlah debat yang diputuskan.

“Debat satu kali oke, sepuluh kali juga oke. Andalan Hati siap dengan apa pun yang diputuskan KPU,” ujar MRR santai.

Terkait lokasi debat, MRR juga menunjukkan fleksibilitas timnya. “Mau debat di Makassar, Palopo, atau Jeneponto, bahkan kalau di Jakarta atau Dubai sekalipun, kami siap,” tambahnya.

Lebih lanjut, MRR menekankan bahwa debat bukan satu-satunya cara untuk menunjukkan kualitas kandidat.

Menurutnya, ada banyak media lain seperti kampanye, media massa, dan media sosial yang bisa digunakan untuk memaparkan visi, misi, serta program pembangunan. Namun yang paling penting, menurutnya, adalah rekam jejak kandidat.

“Yang terpenting adalah rekam jejak. Apakah calon pernah berjanji dan menepatinya, itu yang menjadi tolok ukur utama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Sulsel, Hasbullah, menyatakan bahwa debat kandidat akan diselenggarakan pada 28 Oktober dan 10 November 2024.

Kedua tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan.

“Mengingat waktu yang terbatas, kami akan terus berkoordinasi dengan tim pasangan calon untuk memastikan kelancaran debat,” ujar Hasbullah.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional22 Juli 2026 16:12
Prabowo Tunjuk Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional
Makassar, Trotoar.id — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan penataan kabinet sebagai bagian dari penguatan program prioritas nasional. Sa...
Parlemen22 Juli 2026 15:00
Banggar DPRD Sulsel Desak Audit Investigatif Proyek Bermasalah, Soroti Pengamanan Aset hingga Optimalisasi PAD
MAKASSAR, Trotoar.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melontarkan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Provinsi...
Parlemen21 Juli 2026 16:46
Banggar DPRD Sulsel Soroti Kinerja APBD 2025, Rekomendasikan Audit Investigatif hingga Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah
Makassar, Trotoar.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan laporan hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ran...
Uncategorized21 Juli 2026 16:28
Bursa Sekretaris Golkar Sulsel Menghangat, Tujuh Nama Masuk Radar Tim Formatur
Makassar, Trotoar.id – Penyusunan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031 mulai menjadi perhat...