Makassar, Trotoar.id – Muhammad Ramli Rahim (MRR), Juru Bicara pasangan calon gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati), menanggapi janji Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto yang berkomitmen melunasi utang Rp1,7 triliun Pemprov Sulsel.
Menurut MRR, janji tersebut terlalu sederhana mengingat APBD Sulsel yang mencapai lebih dari Rp10 triliun.
“Melunasi utang Pemprov Sulsel dengan anggaran sebesar itu sebenarnya bukan hal sulit. Namun, pemerintahan tidak boleh hanya fokus pada pelunasan utang, harus ada kebijakan yang lebih visioner dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar MRR, Minggu (6/10/2024).
Baca Juga :
MRR juga menyoroti bahwa angka utang yang disebutkan Danny Pomanto bukanlah jumlah yang sebenarnya.
Menurutnya, utang yang harus dilunasi setelah pelantikan gubernur baru jauh lebih kecil dari yang diklaim.
Dalam penjelasannya, MRR menyebutkan bahwa utang Pemprov Sulsel sebenarnya sudah ada sejak era kepemimpinan Gubernur Prof. Nurdin Abdullah, terutama akibat beban pandemi Covid-19.
Namun, sebagian besar utang tersebut telah dilunasi oleh Andi Sudirman Sulaiman selama masa kepemimpinannya.
“Saat Andi Sudirman menjadi gubernur, sebagian besar utang sudah dilunasi, hingga tersisa hanya sekitar Rp54 miliar. Masalahnya, saat Pj Gubernur Bachtiar bertugas, pembayaran utang tidak diteruskan, sehingga utang kembali menumpuk,” jelas MRR.
Ia menambahkan bahwa saat ini Pj Gubernur Sulsel Prof. Zudan Arif Fakrulloh juga telah berkomitmen untuk melanjutkan pelunasan utang dalam rangka menjaga kesehatan fiskal daerah.
“Prof Zudan sama seperti Andi Sudirman, ingin memastikan APBD tetap sehat dengan minim utang. Pelunasan ini sudah masuk dalam APBD Perubahan 2024 dan akan dilanjutkan di APBD 2025,” tambahnya.
Lebih lanjut, MRR menilai janji Danny Pomanto soal pelunasan utang cenderung bersifat populis dan tidak memberikan solusi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Ia menyarankan agar pasangan calon DiA (Danny Pomanto-Azhar Arsyad) lebih memikirkan program-program yang memberikan dampak besar daripada hanya sekedar fokus melunasi utang.
“Sekadar janji pelunasan utang bukanlah sesuatu yang luar biasa. Dibandingkan hanya fokus pada itu, lebih baik DiA memikirkan program besar yang bisa benar-benar terealisasi. Jangan sampai seperti janji TPA Bintang 5 yang hingga dua periode belum juga terwujud,” sindir MRR.
Dengan ini, MRR berharap masyarakat Sulsel bisa lebih kritis terhadap janji-janji politik yang terdengar manis namun kurang memberikan dampak konkret dalam pembangunan daerah.
“Kesehatan APBD penting, tetapi pemerintahan yang visioner jauh lebih diperlukan,” tutupnya.
(**)




Komentar