Makassar, Trotoar.id– Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, menekankan perlunya dukungan bagi calon kepala daerah yang memiliki visi selaras dengan pemerintah pusat, khususnya terkait dengan program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo.
Menurut Tamsil, keselarasan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mencapai pembangunan nasional yang menyeluruh dan berkelanjutan.
“Keselarasan ini penting agar tidak terjadi konflik kebijakan yang dapat menghambat pembangunan. Pada Pilkada ini, para kandidat diharapkan dapat mengadopsi pemikiran dan program Presiden sebagai visi dan misi mereka,” ujar Tamsil, Selasa (5/11).
Lebih lanjut, Tamsil menyatakan bahwa pemerintah pusat merumuskan kebijakan berdasarkan kondisi makro, sementara pemerintah daerah dengan pemahaman atas karakteristik lokal dapat menerapkan kebijakan tersebut secara tepat.
Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang dicanangkan Presiden Prabowo, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan melalui swasembada, menjadi contoh betapa pentingnya sinergi dari pusat hingga ke daerah.
Senator asal Sulawesi Selatan ini mengapresiasi visi calon gubernur Andi Sudirman Sulaiman yang sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.
Menurut Tamsil, komitmen Andi Sudirman dalam mengembangkan sektor pertanian dan mendukung swasembada pangan menunjukkan keseriusan dalam mendukung misi besar Prabowo.
“Program Pak Andi Sudirman di bidang pertanian sangat mendukung visi kedaulatan pangan nasional. Inisiatifnya memperkuat posisi Sulsel sebagai lumbung pangan bagi Indonesia,” jelas Tamsil.
Dengan latar belakangnya sebagai mantan Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2010-2015, Tamsil menekankan bahwa ketahanan pangan dan pemberdayaan petani lokal harus menjadi prioritas program daerah.
Menurutnya, program mandiri seperti pengadaan benih unggul bersertifikat dan pengembangan mandiri benih padi sangat strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Sulsel.
Tamsil juga mencatat bahwa peningkatan produktivitas bukan hanya soal angka, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani, yang tercermin dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).
“Program seperti ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mendukung visi besar Prabowo dalam membangun ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Secara terpisah, Juru Bicara Andi Sudirman, Ramli Rahim, menegaskan komitmen Andi Sudirman dalam mendukung sektor pertanian melalui bantuan benih yang diberikan secara gratis kepada petani setiap tahun, termasuk benih padi dan komoditas unggulan lainnya.
Menurut Ramli, hasil program ini telah berhasil meningkatkan produksi pertanian Sulsel secara signifikan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi padi di Sulsel mencapai 5,34 juta ton pada 2022, naik 4,92 persen dari tahun sebelumnya yang sebanyak 5,09 juta ton.
Dengan capaian ini, Sulsel mencatat surplus beras sebesar 2,08 juta ton pada tahun 2022, menjadikannya provinsi tertinggi di Indonesia dalam surplus beras, melampaui Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang memiliki wilayah lebih luas namun peningkatannya relatif lebih kecil.
Dalam dua tahun terakhir, Sulsel berhasil menambah produksi beras hingga 651.704 ton, jauh di atas provinsi-provinsi lain.
“Ini menunjukkan betapa besar potensi pertanian Sulsel dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Ramli, menutup pernyataannya.




Komentar