Makassar, Trotoar.id – Debat kedua Pilgub Sulsel 2024, yang berlangsung di Hotel Claro, memfokuskan diskusi pada isu ekonomi, infrastruktur, dan tata kelola sumber daya alam (SDA).
Pasangan calon nomor urut 1, Danny Pomanto dan Azhar Arsyad (DIA), menggarisbawahi pentingnya tata ruang sebagai landasan strategis untuk memajukan ekonomi dan mengoptimalkan pemanfaatan SDA di Sulawesi Selatan.
Dalam analogi menarik, Danny Pomanto menjelaskan bahwa ekonomi bisa diibaratkan sebagai hasil masakan, SDA sebagai bahan utamanya, dan infrastruktur sebagai bumbu pelengkap.
Namun, ia menekankan bahwa semua itu membutuhkan wadah atau “wajan” untuk menghasilkan manfaat yang maksimal.
“Tata ruang adalah wajan yang akan menampung dan mengarahkan pembangunan kita. Tanpa tata ruang yang baik, ekonomi dan infrastruktur tidak akan maksimal,” ungkap Danny.
Komitmen Pembangunan di Sembilan Kawasan Strategis
Sebagai bagian dari visinya, pasangan DIA mengajukan konsep pembangunan yang terfokus pada sembilan kawasan strategis di Sulsel.
Setiap kawasan akan didorong sesuai karakteristik wilayahnya, sehingga pembangunan dapat berlangsung merata dan optimal:
- Koridor Pesisir Barat – Meliputi wilayah sepanjang Selat Makassar dari Pinrang hingga Takalar.
- Koridor Pesisir Selatan – Mencakup wilayah dari Takalar, Jeneponto, hingga Sinjai.
- Koridor Pesisir Timur – Menyusuri Teluk Bone dari Sinjai hingga Luwu Timur.
- Sabuk Kepulauan Sulsel – Fokus pada kepulauan di Pangkep dan Selayar.
- Sabuk Gunung Lompobattang-Bawakaraeng – Wilayah pegunungan yang mencakup Gowa hingga Sinjai.
- Sabuk Gunung Bulusaraung – Kawasan pegunungan dari Maros hingga Bone.
- Sabuk Gunung Latimojong – Menghubungkan wilayah Sidrap hingga Toraja.
- Sabuk Pegunungan Verbeek – Kawasan pegunungan di Toraja hingga Luwu Timur.
- Koridor Subur Dataran Walanae – Menghubungkan wilayah subur dari Pinrang hingga Sinjai.
Membangun dengan Prinsip Keamanan dan Kesejahteraan
Danny menegaskan bahwa sembilan kawasan ini akan dikembangkan dengan pendekatan yang terintegrasi, mencakup keamanan pangan, air, energi, sosial, budaya, hingga keamanan siber. Pendekatan ini diharapkan dapat mengukuhkan kemandirian dan ketahanan Sulsel di tengah tantangan global.
“Semangat kita adalah macca, sombere, dan resilient. Dengan konsep tata ruang yang matang, pembangunan di Sulsel bisa benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat di setiap wilayah,” tegasnya.
Melalui strategi ini, pasangan DIA berharap dapat menciptakan Sulsel yang lebih maju, aman, dan sejahtera, sekaligus menjawab kebutuhan masa depan yang berkelanjutan.




Komentar