Makassar, Trotoar.id – Tokoh muda Luwu Utara, Bahtiar Manadjeng, menanggapi kritis janji Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 01, Danny Pomanto, yang berencana menjadikan Luwu Utara sebagai kota wisata sungai.
Menurut Bahtiar, yang akrab disapa Batti, janji tersebut kurang relevan dengan kondisi nyata dan kebutuhan masyarakat setempat.
Batti menilai bahwa pembangunan kota wisata sungai di Lutra seharusnya bukan menjadi prioritas, mengingat daerah tersebut menghadapi masalah serius terkait banjir yang disebabkan oleh aliran sungai besar seperti Sungai Rongkong, Sungai Masamba, dan Sungai Baliase.
“Banjir yang sering melanda puluhan desa di empat kecamatan – Baebunta Selatan, Sabbang, Malangke, dan Malangke Barat – sudah berlangsung bertahun-tahun dan membutuhkan penanganan mendesak,” ungkapnya.
Batti menegaskan, masyarakat Lutra lebih membutuhkan infrastruktur penanganan banjir yang berkelanjutan dan terpadu.
“Pendangkalan sungai serta kerusakan tanggul menjadi penyebab utama meluapnya air sungai yang merusak area pertanian, perkebunan, hingga permukiman.Bendungan di hulu sungai untuk irigasi pertanian adalah solusi yang lebih sesuai daripada mengubahnya menjadi objek wisata,” ujarnya.
Menurut Batti, pembangunan bendungan dapat memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi risiko banjir dengan mengatur aliran air dari hulu ke hilir melalui jaringan irigasi, bendungan juga akan memperluas lahan tanam padi, meningkatkan produksi pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani setempat.
“Dengan demikian, bendungan tidak hanya menekan banjir, tapi juga mendorong peningkatan pendapatan petani yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi Lutra,” tegasnya.
Batti juga menekankan perlunya normalisasi sungai melalui pengerukan di titik-titik yang mengalami pendangkalan serta perbaikan tanggul untuk memperkuat daya tahan sungai dalam menghadapi debit air yang tinggi.
Ia mengingatkan bahwa fokus utama pengelolaan sungai seharusnya mendukung sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang merupakan mata pencaharian utama masyarakat Lutra.
“Luwu Utara adalah kawasan agraris. Masyarakat di sini lebih mengharapkan keberadaan sungai sebagai sumber irigasi, bukan sebagai objek wisata,” tegas Batti, yang juga merupakan Presidium KAHMI Sulsel dan mantan Presiden BEM Fakultas Pertanian Unhas.
Rencana Danny untuk menjadikan Lutra sebagai kota wisata sungai disampaikannya saat melakukan safari politik di Kelurahan Marobo, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara, pada Senin, 4 November 2024.




Komentar