Makassar, Trotoar.id – Kinerja Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Zudan Arif Fakrulloh mendapat apresiasi tinggi dalam evaluasi triwulan yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Kamis, 21 November 2024.
Evaluasi ini berlangsung di Gedung Inspektorat Jenderal Kemendagri, Jakarta, dengan menghadirkan sejumlah evaluator senior dari Kemendagri.
Memasuki bulan keenam masa jabatannya, ini adalah evaluasi kedua bagi Prof Zudan sejak dilantik sebagai Pj Gubernur Sulsel.
Didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman, Asisten I Muhammad Rasyid, Asisten II Dr Ichsan, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Prof Zudan memaparkan capaian penting yang diraih Sulsel selama masa kepemimpinannya.
Capaian Utama Sulsel
Dalam pemaparannya, Prof Zudan menyoroti beberapa pencapaian signifikan, antara lain:
- Pengendalian Inflasi: Inflasi Sulsel tercatat lebih rendah dibandingkan angka inflasi nasional.
- Pertumbuhan Ekonomi: Tren positif dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi.
- Penyehatan APBD: Optimalisasi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
- Inovasi Posyandu Era Baru: Implementasi model layanan kesehatan berbasis komunitas yang lebih modern.
- Perbaikan Layanan Publik: Inovasi di berbagai sektor pemerintahan untuk meningkatkan kualitas layanan masyarakat.
- Kegiatan Pendinginan Jelang Pilkada: Program “cooling system” seperti festival budaya dan Sulsel Menari untuk menjaga kondusivitas menjelang Pilkada serentak.
Apresiasi dari Evaluator
Dr. Yusharto Huntoyungo, salah satu evaluator Kemendagri, menyampaikan bahwa inovasi dan capaian Prof Zudan selama tiga bulan terakhir sangat baik.
“Indikator penilaian menunjukkan hasil positif. Hingga kini, Sulsel telah melaporkan 46 inovasi pada 2024, termasuk 25 kegiatan unggulan. Kami berharap ada penguatan dengan menerbitkan Peraturan Gubernur terkait inovasi layanan publik sebagai legacy untuk Sulsel,” ujar Yusharto.
Evaluator lainnya, Himawan Sugiharto, secara khusus menyoroti keberhasilan peluncuran Posyandu Era Baru.
“Kami telah melihat langsung implementasinya di Kelurahan Pannampu, Makassar. Ini adalah langkah maju yang luar biasa untuk layanan kesehatan masyarakat,” puji Himawan.
Digitalisasi Pemerintahan
Prof Zudan juga memaparkan terobosan di bidang digitalisasi administrasi pemerintahan.
Salah satu inovasi unggulannya adalah peningkatan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dari 332 akun menjadi 2.890 akun.
Transformasi ini memanfaatkan aplikasi persuratan berbagi pakai dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk efisiensi birokrasi.
Di akhir sesi, Yusharto menyimpulkan bahwa kinerja Prof Zudan selama menjabat telah memberikan dampak positif bagi Sulsel.
“Inovasi dan capaian beliau telah memenuhi ekspektasi dan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Evaluasi ini semakin mengukuhkan komitmen Pemprov Sulsel untuk terus berinovasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel. (*)




Komentar