Makassar, Trotoar.id – Tim pemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 2, Andi Seto Gadistha Asapa – Rezeki Mulfiati Lutfi (SEHATI), memberikan penjelasan terkait ketidakselarasan perolehan suara antara pasangan SEHATI di Pilkada Makassar dengan Andalan Hati di Pilgub Sulawesi Selatan.
Meski empat partai pengusung utama SEHATI juga menjadi bagian koalisi Andalan Hati, hasil hitung cepat berbagai lembaga survei menunjukkan perbedaan signifikan antara suara SEHATI di Makassar dan suara Andalan Hati secara keseluruhan.
Ketua Tim Pemenangan SEHATI, Rachmatika Dewi, yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Makassar, menjelaskan bahwa dinamika politik di Pilkada Makassar dan Pilgub Sulsel tidak dapat disamakan.
Baca Juga :
“Pilkada Makassar dan Pilgub Sulsel adalah dua kontestasi yang berbeda. Meskipun kami semua berada dalam Koalisi Andalan Hati di Pilgub, di Pilkada Makassar terdapat variasi koalisi yang berbeda untuk masing-masing pasangan calon,” ujar Rachmatika Dewi saat ditemui usai konferensi pers, Kamis (28/11/2024).
Koalisi Pecah di Pilkada Makassar
Menurut Rachmatika, keberhasilan Andalan Hati meraih suara besar di Kota Makassar dalam Pilgub Sulsel disebabkan oleh kekompakan koalisi yang melibatkan 10 partai politik.
Namun, situasi berbeda terjadi di Pilkada Makassar, di mana koalisi tersebut terpecah di antara pasangan calon nomor urut 1, 2, dan 4.
“Di Andalan Hati, ada 10 partai politik yang bersatu. Sedangkan di Pilkada Makassar, koalisi ini terpecah. Beberapa partai pengusung Andalan Hati justru mendukung pasangan calon lain di Pilkada Makassar,” tambah Ketua DPRD Sulsel tersebut.
Meski pasangan SEHATI tetap diusung oleh empat partai utama yang tergabung dalam Koalisi Andalan Hati, Rachmatika mengakui bahwa tidak semua partai memberikan dukungan penuh kepada SEHATI dalam Pilkada Makassar.
Hal ini berdampak pada ketidaksesuaian hasil yang diperoleh SEHATI dibandingkan dengan suara Andalan Hati di Kota Makassar.
Menanggapi hal itu, Andi Seto Asapa Calon Walikota Makassar Nomor urut 2 , Andi Seto Gadistha Asapa menyampaikan Permohonan Maaf kepada seluruh tim SEHATI.
Lantaran dirinya salah mempercayai orang diujung dari pertarungan Pilkada Kota Makassar, jadi ketika ada yang mau disalahkan salahkan dirinya.
“Maafkan saya, saya telah salah mempercayai orang, jadi jika ada yang mau disalahkan salahkan saya,” tandas Andi Seto Asapa
Refleksi dan Evaluasi
Menanggapi situasi ini, tim pemenangan SEHATI berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi politik yang diterapkan selama Pilkada.
Selain itu, mereka juga tetap mengapresiasi kerja keras seluruh tim, relawan, dan simpatisan yang telah berjuang mendukung pasangan SEHATI hingga hari pemilihan.
“Ini adalah pembelajaran politik yang penting bagi kami semua. Meskipun hasil belum sesuai harapan, kami tetap berkomitmen untuk memperjuangkan visi dan misi demi Kota Makassar yang lebih baik,” tutup Rachmatika Dewi.
Ketidakselarasan hasil antara SEHATI di Pilkada Makassar dan Andalan Hati di Pilgub Sulsel menjadi cerminan kompleksitas politik lokal yang sering kali dipengaruhi oleh perpecahan koalisi dan dinamika antar partai.
Hal ini menegaskan pentingnya sinergi dan konsistensi dalam membangun dukungan di berbagai tingkatan kontestasi politik.











Komentar