Makassar, Trotoar.id – Puluhan anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) mengikuti kegiatan Minggu Ceria bersama Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, dan Pj Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Ninuk Triyanti Zudan, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu (1/12/2024).
Acara ini melibatkan anak-anak dari PAUD Insan Masagena, binaan TP PKK Sulsel, dan TK Pertiwi, binaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman bermain dan belajar yang menyenangkan, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Baca Juga :
Kegiatan diawali dengan senam bersama di area Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, tepat di depan Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur.
Setelah itu, anak-anak menikmati sarapan pagi bersama dan mengikuti berbagai permainan edukatif, seperti ular tangga raksasa.
Selain bermain, mereka juga membaca buku di mobil perpustakaan keliling yang dihadirkan khusus untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.
Anak-anak juga berkesempatan melihat berbagai hewan seperti kuda dan kambing yang dipelihara di halaman Rujab.
Sebagai bagian dari edukasi lingkungan, anak-anak diajak menanam pohon bersama Pj Gubernur dan Pj Ketua PKK Sulsel.
Setelah itu, mereka memasuki ruang utama Rujab dan bahkan mendapat kesempatan langka untuk melihat ruang kerja Pj Gubernur.
Momen ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi anak-anak dan orang tua. Banyak yang mengabadikan momen tersebut bersama Pj Gubernur dan Pj Ketua PKK.
Salah satu orang tua, Maryani, menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan ini.
“Anak-anak senang sekali bisa ikut kegiatan di Rumah Jabatan Gubernur. Terima kasih atas perhatian Bapak dan Ibu Gubernur Sulsel,” ujar Maryani.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung pengembangan anak usia dini melalui kegiatan yang memadukan pendidikan, hiburan, dan interaksi sosial.
Pj Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh kolaborasi positif antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
“Minggu Ceria ini kami dedikasikan untuk memberikan kebahagiaan dan pengalaman berharga bagi anak-anak, sekaligus mengajarkan nilai-nilai positif seperti cinta lingkungan dan semangat belajar,” kata Zudan.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan anak usia dini tak hanya soal belajar di ruang kelas, tetapi juga melibatkan pengalaman menyenangkan yang memperkuat karakter dan hubungan sosial. (*)




Komentar